Berikut Teladan Kisah Teks Anekdot Lucu, Struktur Dan Kaidahnya Lengkap
Contoh Teks Mekanisme Kompleks Singkat Terbaru Lengkap
Contoh Pemakaian Imbuhan -Me, -Kan, Dan Memper-Kan
Contoh Pemakaian Imbuhan -Me, -Kan, dan Memper-Kan – Dalam bahasa Indonesia banyak ragam imbuhan yang dipakai dalam aktivitas berbahasa. Pada kesempatan ini kita akan membahas pola pemakaian imbuhan -Me, -Kan, dan Memper-Kan.
Perhatikan pemakaian imbuhan berikut ini!
gbr: slideshare
a. Imbuhan me-
- Adik menari sangat elok malam itu.
- Akhirnya kapal itu menepi ke pantai.
- Penyakit demam berdarah sekarang merajalela.
- Padi di sawah mulai menguning.
Nosi yang ditimbulkan oleh imbuhan me- di antaranya adalah:
1) mengerjakan suatu perbuatan atau gerakan (menari,melompat, menyanyi, dan sebagainya),
2) menghasilkan atau menciptakan sesuatu hal (meringkik,menyalak, dan sebagainya),
3) menuju ke (menepi, mengangkasa, dan sebagainya),
4) menjadi (meninggi, menguning, dan sebagainya).
b. Imbuhan –kan
Pada umumnya imbuhan -kan akan berfungsi untuk membentuk kata kerja.
- Terbangkan layang-layang itu di lapangan!
- Ayah membelikan adik sebuah sepatu baru.
Imbuhan -kan- biasanya muncul bersama dengan imbuhan me-.
Nosi yang ditimbulkan oleh imbuhan -kan, di antaranya adalah:
1) menyatakan kausatif, yaitu menciptakan atau mengakibatkan sesuatu menjadi (terbangkan, tinggikan, dan sebagainya),
2) menyatakan benefaktif, yaitu melaksanakan sesuatu untuk orang lain (membelikan, membuatkan, dan sebagainya).
c. Imbuhan memper-kan
- Jangan memperbudakkan orang Jain!
- Mereka mempertanyakan duduk perkara itu pada pimpinan.
- Para penerima memperebutkan hadiah itu.
Nosi yang ditimbulkan oleh imbuhan memper-k an di antaranya sebagai berikut :
1) Menjadikan sebagai.
Contoh: memperbudakkan
2) Menyatakan kausatif.
Contoh: mempertanyakan
3) Mengandung makna intensitas, yaitu mengeraskan arti/berarti menyuruh.
Contoh: memperebutkan
MEMBUAT KALIMAT DENGAN KATA BERIMBUHAN -ME, -KAN, MEMPER-KAN, DAN MENENTUKAN NOSINYA
Contoh:
melaut
- Para nelayan melaut memakai angin darat.
- melaut = menuju ke laut
Buatlah menyerupai pola di atas! Kerjakan di buku kiprah dan sebagai pekerjaan rumah!
a. menyabit
b. menggulai
c. menyalak
d. mendua
e. memerah
f. menyeberangkan
g. meyakinkan
h. meninggikan
i. menuliskan
j. membacakan
Sourche:wbi
Pengertian, Ciri, Dan Jenis Kalimat Perintah
PENGERTIAN, CIRI, DAN JENIS KALIMAT PERINTAH
Pengertian, Ciri, dan Jenis Kalimat Perintah - Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita memerlukan sumbangan dari orang lain. Ketika kita mengingkinkan orang lain untuk melaksanakan sesuatu sesuai apa yang kita inginkan, adakala kita perlu memakai kalimat perintah. Kalimat perintah sering disebut dengan kalimat imperatif. Kalimat perintah sendiri mempunyai beberapa jenis. Kita juga sanggup mengenali jenis-jenis kalimat perintah tersebut, menurut ciri yang menempel pada sebuah kalimat. Pada kesempatan ini kita akan membahas seluk-beluk kalimat perintah.
A. PENGERTIAN DAN CIRI KALIMAT PERINTAH
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi sebuah perintah yang ditujukan kepada orang lain untuk melaksanakan sesuatu. Dengan kata lain, kalimat perintah ialah kalimat yang digunakan untuk mendapat jawaban sesuai dengan kehendak penuturnya.
Ciri-Ciri Kalimat Perintah
Kalimat perintah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Menggunakan partikel –lah.
Contoh :
a. Pergilah dari rumah!
b. Cepatlah kau pergi!
c. Bantulah temanmu!
2. Berpola kalimat inversi (PS).
Contoh :
a. Ambilkan pulpen itu!
b. Makanlah sayur itu!
3. Menggunakan tanda seru (!) dalam bahasa tulis.
Contoh:
a. Pulanglah!
b. Ayo keluar!
c. Pergilah!
4. Kalimat perintah dalam komunikasi verbal diucapkan dengan intonasi naik di awal dan berintonasi rendah di selesai kalimat.
Contoh :
a. Buang barang-barang itu ke daerah sampah!
b. Selesaikan pekerjaanmu!
B. JENIS-JENIS KALIMAT PERINTAH
1. Kalimat Perintah Biasa
Contoh :
a. Keluarkan barang-barang itu ke luar rumah!
b. Antarkan surat ini kepada Pak Andi nanti malam!
2. Kalimat Perintah Ajakan
Contoh :
a. Marilah kita gunakan produk dalam negeri untuk memajukan perekonomian negara.
b. Ayolah gotong royong kita jaga kebersihan lingkungan
3. Kalimat Perintah Larangan
Contoh :
a. Jangan membuang puntung rokok di sini.
b. Jangan dekati sumur itu.
4. Kalimat Perintah Permintaan/Larangan
Contoh :
a. Saya berharap kau sanggup hadir di program ultahku nanti.
b. Saya minta kau tiba sempurna waktu.
5. Kalimat Perintah Permohonan
Contoh:
a. Saya mohon kau sanggup hadir di program pernikahanku.
b. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi.
6. Kalimat Perintah Pembiaran
Contoh:
a. Biarlah saya yang menangani kasus ini.
b. Biarkan ia memikirkan nasibnya sendiri.
7. Kalimat Perintah Sindiran
Contoh:
a. Maju kalau kau berani.
b. Ambil saja hadiah yang kau beri jikalau kau tidak malu.
8. Kalimat Perintah yang Menuntut Proses atau Langkah Kerja
Contoh :
a. Urutlah dari nomor terendah ke nomor tertinggi.
b. Susunlah puzzle itu hingga membentuk sebuah gambar.
9. Kalimat Perintah yang Berbentuk Kalimat Berita
Contoh:
a. Hendaknya Anda bersedia menjadi ketua organisasi itu.
b. Terima kasih Anda tidak menolak untuk menjadi pembicara pada program peringatan HUT RI nanti.
Kalimat perintah mempunyai aneka macam macam jenis, mulai dari yang garang hingga yang halus. Akan tetapi terkadang alasannya ialah kehalusnya sering orang tidak menyadari bahwa hal tersebut merupakan perintah.
Kalimat perintah sanggup diperhalus dengan memakai unsur-unsur berikut :
1. Menggunakan kata-kata ibarat mohon, tolong, sudilah, harap, silakan, hendaknya, sebaiknya.
Contoh :
a. Mohon kembalikan majalah itu ke rumah saya.
b. Silakan masuk.
c. Tolong buatkan teh untuk Ibu.
d. Hendaknya kau pulang hari ini juga.
e. Harap tiba sempurna waktu
f. Sebaiknya cepat bawa nenekmu ke rumah sakit.
g. Sudilah kau membantuku menuntaskan kiprah ini.
2. Menggunakan partikel –lah.
Contoh :
Kata "Berangkatlah" lebih halus daripada hanya memakai kata "berangkat"
3. Pengubahan ke struktur tanya.
Contoh :
− Apakah tidak ada petugas piket malam ini?
4. Pengubahan ke struktur berita.
Contoh:
− Saya sangat bangga jikalau Bapak/Ibu berkenan hadir pada program tersebut.
Sourche: web-bi
Pengertian Dan Teladan Kalimat Imperatif, Deklaratif, Dan Interogatif
PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT IMPERATIF, DEKLARATIF, DAN INTEROGATIF
Pengertian dan Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif - Kalimat mempunyai bermacam-macam jenis, dan dapat digolongkan ke dalam banyak sekali kelompok. Pada kesempatan ini, kita akan membahas jenis kalimat menurut fungsinya. Berdasarkan fungsnya, kalimat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu kalimat imperatif, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif. Kita akan membahas pengertian dan teladan ketiga klaimat tersebut.
1. KALIMAT IMPERATIF
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kalimat imperatif yaitu kalimat yang bersifat memerintah atau memberi komando, mempunyai hak memberi komando, dan bersifat mengharuskan. Dengan kata lain, kalimat imperatif yaitu kalimat yang di dalamnya mengandung perintah. Kalimat ini berfungsi untuk meminta / melarang seseorang untuk melaksanakan sesuatu.
Contoh Kalimat Imperatif :
- Buka gerbang rumah sebelum ayah datang
- Buanglah sampah itu pada tempatnya
- Berikanlah ia sepotong roti
2. KALIMAT DEKLARATIF
Jenis kalimat selanjutnya yaitu kalimat deklaratif. Kata deklaratif berasal dari bahasa latin, declaratio, yang artinya pernyataan. Sedangkan pengertian kalimat deklaratif yaitu kalimat berisi suatu pernyataan yang berfungsi untuk memberi informasi atau isu wacana sesuatu hal.
Contoh Kalimat Deklaratif :
- Orang bau tanah aku telah kembali dari Mekkah
- Tadi pagi ada kecelakaan motor di depan rumah ani
- Saya akan menjenguk nenek di rumah sakit
3. KALIMAT INTEROGATIF
Sesuai dengan makna asal dari kata interogasi, yang berarti pertanyaan. Kalimat interogatif mempunyai perngertian sebagai kalimat yang di dalamnya mengandung pertanyaan. Kalimat ini berfungsi untuk menanyakan suatu informasi kepada orang lain.
Kalimat interogatif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. kalimat interogatif yang membutuhkan balasan Ya / Tidak
Contoh :
- Apakah kau yang membawa kambing itu?
- Apakah ia orang yang akan menikahimu?
- Apakah ayahmu seorang polisi?
2. kalimat interogatif yang membutuhkan jawaban berupa informasi.
Contoh :
- Mengapa kau pergi dari rumah?
- Di mana kau akan tinggal sehabis ini?
- Bagaimana cara untuk menciptakan roti?
Dalam komunikasi sehari-hari kita membutuhkan kalimat yang sesuia dengan situasi, kondisi, dan tujuan komunikasi. Penggunaan kalimat secara sempurna akan membantu keberhasilan komunikasi.
Demikian Pembahasan tentang Pengertian dan Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif. Semoga bermanfaat.
Selamat Belajar...!!! :
Sourche: web-bahasaindonesia
Macam-Macam Majas
2. Majas Pertentangan
3. Majas Perumpamaan
4. Majas Pertautan
Majas perbandingan mempunyai banyak jenis, namun hanya beberapa saja yang akan kita bahas di sini. Sebelum kita membahas jenis majas perbandingan, terlebih dahulu kita harus memahami pengetian majas perbandingan.
Majas perbandingan yakni majas yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dari sebuah ucapan atau kaimat. Jenis-jenis majas perbandingan ini yakni sebagai berikut :
Majas ini disebut juga majas asosiasi, yaitu majas yang memakai dua hal yang bahwasanya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini biasanya memakai penanda, mirip bagai, bagaikan, seperti, laksana, dan seumpama.
Contoh :
- Kemauannya keras bagaikan batu
- Kata-katanya pedas laksana sambal
Majas metafora yakni majas yang mengungkapkan dengan cara lain, mirip kiasan atau penggambaran
Contoh :
- Hidup itu mirip garis lurus, yang semakin mendekat ke titik terakhir
Majas personifikasi adalahmajas yang menyatakan benda mati mirip sanggup melaksanakan acara yang biasanya dilakukan oleh manusia.
Contoh :
- Nyiur melambai menyapaku dari lamunan
- Angin membelai rambutku
e. Majas Simbolik
f. Majas Metonomia
3. Majas Perumpamaan
4. Majas Pertautan


