Puisi Kata Kata Untuk Ibu Tercinta Terbaru
Puisi Untuk Ibu - Ibu yaitu sosok paling berjasa bagi kita semua, tidak akan ada yang mampu menghitung atau sekedar mengingat satu persatu jasa-jasa seorang ibu. Mungkin itulah sebabnya di setiap agama dan iman dijelaskan bahwa sosok utama yang harus dihormati, gres kemudian ayah dan keluarga lainnya. Hal itu memang sudah diketahui dan disadari oleh banyak orang, tetapi sayangnya tidak banyak orang yang berusaha memperlihatkan sedikit penghargaan untuk ibu mereka. Padahal yang setiap ibu inginkan tentu bukanlah emas dan permata, hanya sedikit perhatian dan waktu luang dari anaknya. Salah satu hari yang dapat diingat untuk membahagian ibu yaitu hari kelahirannya dan tentunya hari ibu. Hadiah sederhana seperti pusi ibu pastiakan membuatibunda terharu, apalagi jikalau puisi tersebut yaitu hasil goresan pena kita sendiri, wacana betapa berharga, berarti dan berjasanya dia selama ini.
Tetapi tentu saja hal itu bukan hal yang gampang untuk dilakukan, selain lantaran memang puisi yaitu salah satu karya sastra terumit juga lantaran tidak semua orang pandai bermain dengan kata-kata. Lalu apakah itu menjadi kendala untuk menandakan rasa sayang terhadap ibunda tercinta? Rasanya tidak. Karena ketika ini sudah banyak puisi bertemakan ibu yang beredar dalam bentuk antologi, ditulis oleh penulis-penulis profesional, dengan harga yang relatif murah. Dan jikalau cara tersebut masih dianggap rumit, maka salah satu pilihannya yaitu dengan mengambil beberapa puisi ibu di internet dan menyalinnya, sama ibarat toko buku, di internet juga tersedia jutaan bahkan ratusan juta puisi yang berasal dari kepingan dunia manapun. Dan berikut ulasannya :
KUMPULAN PUISI UNTUK IBU 2016
Kumpulan Puisi Untuk Ibu Tercinta Terbaru 2016
BAIT SAJAK BUAT IBU
Oleh Kusnan
Tetes-tetes darah...keringat dan air matamu
Cukup sudah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di hidupku-
Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu
Gumam doa lapang dada nan sederhanamu
Jua ....keriput di kening ‘tuk menata asa
Demi anak-anakmu
‘tlah menjadi saksi –
Pada hamparan permadani indah beranda syurga
Akhirnya.....
Maafkan bila belum tepat baktiku padamu
Saat bau tanah usia menjemputmu....ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan.....ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
...... Tuhan Semesta Jagad Raya
Yakinlah suatu ketika bersama takdir , nanti
Kita ‘kan tersenyum bersama semerbak harum surga
Amien......
BUNDAKU SAYANG
Oleh Nadilla Syahkina
Bunda.......
Engkau s'lalu ada untuku...
Menemaniku dalam suka dan duka..
Menemani hari-hari ceriaku...
Bunda......
Engkau s'lalu membimbingku..
Mengajariku untuk berahlak mulia..
Dalam keseharianku....
Bunda ....
Engkau bagai malaikat bagiku...
Engkau juga sobat bagiku...
Ketulusan yang ada dalam dirimu....
Membuat saya gembira pada dirimu
Bunda...
Aku s'lalu menyayangimu
Jasamu takakan pernah dapat terbalas oleh ku...
Namun saya akan berusaha menjadi anak pujian mu.....
BAGAI MALAIKAT TANPA SAYAP
Oleh Fachrun Chaerunnissa
Ibu..
Engkau inspirasiku..
Aku berkelena ke ujung dunia
Bayangmu selalu ada disampingku
Secerca impian darimu
Ku jadikan pedoman di setiap langkahku
Dalam doamu selalu tersebut namaku
Kau tameng dalam hidupku
Kau penyemangat terbaik dalam hidupku
Kau bagai malaikat tanpa sayap untukku
Engkau segalanya untukku
Aku tanpamu bagai angin tanpa arah
Engkau bagai lautan samudera
Tempat mencurahkan segala kegundahan hati
Ibu...
Terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas perjuanganmu
Terimakasih atas perhatianmu
Terimakasih atas setiap tetesan keringat yang tercurah untuk anakmu
Terimakasih atas pengorbananmu
Ibu..
Maafkan amarahku
Maafkan keegoisanku
Maafkan kenakalanku
Maafkan saya atas airmatamu
Ibu.. engkau cahaya penerang dalam hidupku
Jika orang bertanya padaku siapa pahlawanku? Pastilah engkau Ibu jawbanku..
SAATKU MENUTUP MATA
Oleh Fahmi Mohd
Saat ku menutup mata bunda...
Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air.....
Saat ku menutup mata bunda...
Aku tak ingin hati itu seakan tergores.....
Saat ku menutup mata bunda...
Aku ingin bibir itu terseyum.....
Aku tidak ingin engkau terluka.....
Bunda...
Mungkin ini yaitu lihatan yang sangat bagimu.......
Tapi saya tak ingin melihat dengan seakan tak sanggub melepaskanku....
Bunda....
Aku hanya ingin engkau merelakan ku.....
Dan mengantar kan saya pulang ke rumah ku dengan senyum mu...
Saat ku menutup mata bunda....
Aku ingin kamu tau bahwa ku...
Menyayangimu....
Bahwa ku ...
Mencintai mu....
Aku senang dapat jadi anak mu....
BUNDA, KU RINDU KAU
Oleh Ama Gusti Azis
Waktu itu,
Aku melihat senyummu di kala Dhuha
Burung burung menyambut langkahku
Berkicau kicau mendesah sebuah nada yang elok nan indah
Oh bunda, kamu manis sekali di pagi ini
Teringat kenangan manis melambai lambai
Tak pernah kabur dari simpanan memoriku
Untaian kata lembut terngiang ngiang di udara pikiranku
Oh bunda, Kau yang terindah
Terpeleset pikiranku usang tak berjumpa
Sekian usang tak tersentuh kabarmu
Maafkan bila tak menyapa lebih dekat
Jauh nian diriku tak melihatmu
Wajahmu di awan selalu menghantuiku
Oh tuhan, lindungilah dia
Maafkan daku,
Belum dapat terbang kesana..
Oh Bunda, Ku Rindu Kau
CINTA ADALAH IBU
Oleh Yani Utarin
Ketika cinta dipertanyakan
Ketika cinta dicari
Mengapakah mata hatiku buta
Mengapa sulit terlihat
Sedang cinta di depan mata
Selalu mengiringku, menemaniku, menggenggamku, memeluku
Cinta itu ada pada air susu yang kuhisap kala ku sebagai makhluk bayi
Cinta itu ada pada gendongan tangan berpengaruh ketika ku menangis dan tertidur pun tertawa
Cinta itu ada pada gandengan tangan dan pelukanya
Cinta itu ada pada sereal yang hangat setiap pagi
Dalam kegagalanku
Ada senyum dan fatwa kata sejuk
Dalam gembiraku
Ada tawa dan tangan mengacak rambutku
Dalam keputusan salahku
Ada pembelaku
Yang setelahnya berib nasihat mengalir deras
Semua itu ada padamu ibu
Engkau yaitu cinta utuh dalam diriku
Saat aq mengecewakanmu
Tak pernah kamu pergi dariku
Engkau membawaku di hati dan pikiranmu
Kemanapun kamu berada
Hingga kamu berada dalam kekekalan kamu tetap menaruhku dihatimu
Dan berdoa untuku
Hingga saya merasa tak sendiri
Sekalipun kamu dalam keabadian
Dan saya di dunia fana
Hingga kita bersama lagi selamanya
Aku rindu padamu bu..
Nantikan saya hingga saatnya tiba
Ibu
Engkaulah cinta itu..
BUNDA DALAM CAHAYA
Oleh Romadona
Dia perempuan berjulukan cahaya
Hatinya memancar
Tergurat dalam doa-doa
Tangan Kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya
Dia berjalan dengan cinta
Dia berjalan menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa
Dia-lah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari Jejak yang terukir
dalam tinta sejarah
#Bunda Dalam Cahaya
#Untuk Bunda-ku dan Bunda-Bunda Terhebat yang kalian miliki
Ada beberapa orang yang terkadang sulit mengekspresikan perasaan sayang nya, dengan alasan aib atau memang tidak dididik dengan referensi asuh yang terbuka, tetapi jikalau perasaan itu untuk ibunda kita sendiri, sosok palingberhargadan berjasa, rasanya tidak ada alasan untuk tidak mengungkapkannya. Hal itu tentulahakan menciptakan dia terharu dan merasa jasanya dihargai. Semoga kumpulan Puisi Ibu di atas bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.
Sourche: lokerseni.web.id
Selamat Hari Ibu : Gambar Dp Bbm Dan Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember 2016
Selamat Hari Ibu : Gambar DP BBM dan Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember 2016

– Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember, setiap tahun di Indonesia selalu merayakan hari ibu dengan banyak sekali cara. Untuk menghormati dan selalu mengingat jasa ibu kita semua, maka Hari Ibu dijadikan momen berharga bagi belum dewasa bangsa untuk selalu merayakan dengan banyak sekali cara biar yang unik dan berwarna.
Ibu merupakan sosok yang paling berarti dalam kehidupan kita. Tanpa adanya ibu, mungkin kita tidak pernah ada atau dilahirkan didunia ini. Ibu yang merawat kita mulai dari kandungan, memperlihatkan kita gizi yang baik biar tumbuh menjadi anak yang sehat. Kemudian ibu melahirkan kita dengan taruhan yang amat berat yaitu nyawa, kita disusui dengan air susunya dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang ibu, ibu selalu berusaha untuk menjamim kehidupan kita dan menimbulkan kita tumbuh menjadi anak sehat, cerdik dan berbudi pekerti yang baik.
Begitulah ketulusan seorang ibu, tidak hanya kisah belaka. Maka sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunya, hendaklah kita selalu mengingat bahwa betapa besarnya jasa seorang ibu. Pada dasarnya, kasih sayang kepada ibu sanggup dicurahkan kapan saja tanpa menunggu hari ibu, tapi hari ibu diadakan alasannya yaitu untuk terlalu berartinya sosok ibu bagi kehidupan manusia. Ibu mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya untuk kehidupan lebih baik untuk kita dimasa depan.
Karena begitu berarti, bahkan hari ibu dijadikan hari ibu nasional oleh Indonesia mengingat begitu besarnya tugas Ibu dalam membangun bangsa ini. Anak-anak penerus bangsa lahir dari sosok-sosok ibu yang mau mempertaruhkan segalanya untuk masa depan kita. Lewat Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia memboyong seluruh wanita dan banyak lapisan di negara Indonesia untuk bersama sama merayakan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-88 2016 dengan tema “Kesetaraan wanita dan laki-kaki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan kanal ekonomi terhadap perempuan”.
Banyak cara yang sanggup kita lakukan untuk membahagiakan ibu kita sendiri pada hari ibu, meskipun bekerjsama kita harus selalu menciptakan ibu senang setiap hari. Namun di momen Istimewa hari ibu, tentu saja kita ingin ada sesuatu hal yang berbeda. Anda sanggup saja menghabiskan waktu bersama ibu, memasak makanan kesukaannya, membelikan sesuatu yang sanggup membuatnya senang dan hal lain yang dilakukan bersama ibu dalam hari ibu.
Menjelang hari ibu, niscaya sudah banyak persiapan yang mulai disiapkan untuk sanggup menyambut dan memperlihatkan sesuatu yang berharga bagi ibu dihari ibu yang jatuh pada hari Kamis, 22 Desember 2016 besok. Ucapan hai ibu menjadi salah satu hal berkesan dari anak yang diucapkan kepada ibunya, apabila anda kebingungan mencari kata-kata dan gambar DP BBM ucapan hari ibu tak perlu khawatir karana dibawah ini kami telah menyiapkan untuk anda beberapa tumpuan yang sanggup anda pakai untuk sanggup mengucapkannya kepada ibu anda.
: Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Aceh Ketika Mencari Kangkung
Inilah kata-kata ucapan hari ibu 22 Desember 2016 :
#Pada Hari Ibu ini saya hanya ingin Ibu tahu jikalau saya sangat menyayangimu dan saya sangat senang mempunyai seorang Ibu sepertimu.
#Jika ada hari untuk segala sesuatu yang telah diberikan Ibu kepada saya sebagai seorang ibu, itu akan menjadi Hari Ibu setiap hari.
#Kasih sayang yang tanpa mengharapkan jawaban serta tak akan terbalas yaitu kasih sayang seorang ibu.
#Bu, namamu akan selalu saya kenang dan rasa kasih sayangmu terhadap saya akan selalu saya ingat.
#ibu jasamu takan pernah saya lupakan hingga kapan pun.
#Tuhan tolong sampaikan sejuta sayangku untuk ibu, saya berjanji takkan lagi menghianati permintaannya.
Sourche: bukafakta.com
Selamat Hari Ibu : Gambar Dp Bbm Dan Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember
Selamat Hari Ibu : Gambar DP BBM dan Kata Mutiara Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember

BukaFakta.com – Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember, setiap tahun di Indonesia selalu merayakan hari ibu dengan banyak sekali cara. Untuk menghormati dan selalu mengingat jasa ibu kita semua, maka Hari Ibu dijadikan momen berharga bagi belum dewasa bangsa untuk selalu merayakan dengan banyak sekali cara biar yang unik dan berwarna.
Ibu merupakan sosok yang paling berarti dalam kehidupan kita. Tanpa adanya ibu, mungkin kita tidak pernah ada atau dilahirkan didunia ini. Ibu yang merawat kita mulai dari kandungan, memperlihatkan kita gizi yang baik biar tumbuh menjadi anak yang sehat. Kemudian ibu melahirkan kita dengan taruhan yang amat berat yaitu nyawa, kita disusui dengan air susunya dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang ibu, ibu selalu berusaha untuk menjamim kehidupan kita dan mengakibatkan kita tumbuh menjadi anak sehat, akil dan berbudi pekerti yang baik.
Begitulah ketulusan seorang ibu, tidak hanya dongeng belaka. Maka sebagai seorang anak yang berbakti kepada ibunya, hendaklah kita selalu mengingat bahwa betapa besarnya jasa seorang ibu. Pada dasarnya, kasih sayang kepada ibu sanggup dicurahkan kapan saja tanpa menunggu hari ibu, tapi hari ibu diadakan alasannya untuk terlalu berartinya sosok ibu bagi kehidupan manusia. Ibu mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya untuk kehidupan lebih baik untuk kita dimasa depan.
: PDIP Angkat Bicara Terkait Status Tersangka yang Disandang Ahok
Karena begitu berarti, bahkan hari ibu dijadikan hari ibu nasional oleh Indonesia mengingat begitu besarnya tugas Ibu dalam membangun bangsa ini. Anak-anak penerus bangsa lahir dari sosok-sosok ibu yang mau mempertaruhkan segalanya untuk masa depan kita. Lewat Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia memboyong seluruh wanita dan banyak lapisan di negara Indonesia untuk bersama sama merayakan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-88 2016 dengan tema “Kesetaraan wanita dan laki-kaki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan saluran ekonomi terhadap perempuan”.
Banyak cara yang sanggup kita lakukan untuk membahagiakan ibu kita sendiri pada hari ibu, meskipun bekerjsama kita harus selalu menciptakan ibu senang setiap hari. Namun di momen Istimewa hari ibu, tentu saja kita ingin ada sesuatu hal yang berbeda. Anda sanggup saja menghabiskan waktu bersama ibu, memasak makanan kesukaannya, membelikan sesuatu yang sanggup membuatnya senang dan hal lain yang dilakukan bersama ibu dalam hari ibu.
Menjelang hari ibu, niscaya sudah banyak persiapan yang mulai disiapkan untuk sanggup menyambut dan memperlihatkan sesuatu yang berharga bagi ibu dihari ibu yang jatuh pada hari Kamis, 22 Desember 2016 besok. Ucapan hai ibu menjadi salah satu hal berkesan dari anak yang diucapkan kepada ibunya, apabila anda kebingungan mencari kata-kata dan gambar DP BBM ucapan hari ibu tak perlu khawatir karana dibawah ini kami telah menyiapkan untuk anda beberapa acuan yang sanggup anda pakai untuk sanggup mengucapkannya kepada ibu anda.
: Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Aceh Ketika Mencari Kangkung
Inilah kata-kata ucapan hari ibu 22 Desember 2016 :
#Pada Hari Ibu ini saya hanya ingin Ibu tahu jikalau saya sangat menyayangimu dan saya sangat senang mempunyai seorang Ibu sepertimu.
#Jika ada hari untuk segala sesuatu yang telah diberikan Ibu kepada saya sebagai seorang ibu, itu akan menjadi Hari Ibu setiap hari.
#Kasih sayang yang tanpa mengharapkan akhir serta tak akan terbalas yaitu kasih sayang seorang ibu.
#Bu, namamu akan selalu saya kenang dan rasa kasih sayangmu terhadap saya akan selalu saya ingat.
#ibu jasamu takan pernah saya lupakan hingga kapan pun.
#Tuhan tolong sampaikan sejuta sayangku untuk ibu, saya berjanji takkan lagi menghianati permintaannya.
Sourche: bukafakta.com
Pancasila: Pengertian, Sejarah Dan Makna Yang Terkandung Dalam Pancasila Secara Lengkap
Pancasila: Pengertian, Sejarah dan Makna yang terkandung dalam Pancasila Secara Lengkap
BAB I
PENDAHULUAN
TONTON VIDEO BELAJAR HUKUM ONLINE
A. Latar Belakang
Pancasila sanggup diperuntukkan kepada negara, masyarakat dan pribadi bangsa Indonesia. Dengan kata lain pancasila itu sebagai norma aturan dasar negara Republik Indonesia, sebagai social ethics bangsa Indonesia dan sebagai pegangan moral rakyat atau negara Republik Indonesia.Lahirnya pancasila itu dalam penamaan pidato Ir. Soekarno selaku anggota “Dokuritzu zunbi Tyoosakai” atau tubuh penyelidik usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang di menetapkan oleh sidangnya yang pertama pada tanggal 28 s/d 1 juni 1945 di Jakarta. Yang di ucapkannya dalam sidang yang dipimpin oleh Dr. K. R. T Radjiman Wedyodiningrat.
Dalam pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 juni 1945 di Jakarta, pancasila dikenal sebagai dasar negara yang berarti panca berarti lima dan sila berarti asas atau dasar didirikannya negara Indonesia. Presiden Soekarno menganggap bahwa pancasila sebagai dasar negara dari Negara Republik Indonesia, ditegaskan oleh pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.
Dari pemaparan diatas sanggup di ketahui bagaimana arti pancasila itu secara umum, dan anggapan pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 berdasarkan Presiden Soekarno. Sehingga untuk lebih jelasnya wacana pancasila sebagai dasar negara akan dibahas dalam penggalan selanjutnya.
B. Identifikasi masalah
1. Apa pengertian dari pancasila dan sejarah lahirnya pancasila ?
2. Apa fungsi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?
3. Apa saja isi yang terkandung dalam pancasila ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pancasila dan Sejarah Lahirnya Pancasila
Secara Etimologi kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) yaitu panca yang berarti “lima” dan sila yang berarti “dasar”. Kaprikornus secara harfiah, “Pancasila” sanggup diartikan sebagai “lima dasar” Istilah Pancasila telah dikenal semenjak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dimana sila-sila yang terdapat dalam Pancasila itu sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat maupun kerajaan meskipun sila-sila tersebut belum dirumuskan secara konkrit. Menurut kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, Pancasila berarti “berbatu sendi yang lima” atau “pelaksanaan kesusilaan yang lima”.
Didalam pemerintahan, Istilah pancasila pertama kali dikenal di dalam pidato Ir. Soekarno sebagai anggota Doktrit zu Tyunbi Tjosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) 1 juni 1945 di Jakarta, tubuh ini kemudian setelah mengalami penambahan anggota menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dari uraian tersebut dinyatakan: Panca yaitu Lima, Sila yaitu Asas atau Dasar. Untuk Lebih terang dikutip penggalan pidato dia tersebut :
“ . . . . namanya bukan panca Dharma, tetapi nama ini dengan petunjuk seorang sahabat kita andal bahasa namanya yaitu Pantja Sila, Sila artinya asas atau dasar, dan diatas kelima dasar itu mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.
2.1.1 Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli
Selain pengertian Menurut bahasa dan istilah, para andal juga memperlihatkan pengertian mereka wacana pancasila. Berikut pengertian pancasila berdasarkan beberapa ahli,
a. Muhammad Yamin. Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laris yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan wacana tingkah laris yang penting dan baik.
b. Notonegoro. Pancasila yaitu dasar falsafah negara indonesia, sehingga sanggup diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
c. Ir. Soekarno. Pancasila yaitu isi jiwa bangsa Indonesia yang bebuyutan sekian masa lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia
2.1.2 Sejarah Lahirnya Pancasila
Dalam rapat BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945, Bung Karno menyatakan antara lain:”Saya mengakui, pada waktu saya berumur 16 tahun, duduk di dingklik sekolah H.B.S. di Surabaya, saya dipengaruhi seorang sosialis yang berjulukan A. Baars , yang memberi pelajaran kepada saya, “jangan berpaham kebangsaan, tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan seluruh dunia, jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun”. Itu terjadi pada tahun 1917. akan tetapi pada tahun 1918, alhamdulillah, ada orang lain yang memperingatkan saya, ia yaitu Dr. Sun Yat Sen Di dalam tulisannya “San Min Cu I” atau “The THREE people’s Principles”, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan oleh A. Baars itu.
Ketika membicarakan prinsip keadilan sosial, Bung Karno menyebutkan efek San Min Cu I karya Dr. Sun Yat Sen: ”Prinsip nomor 4 kini saya usulkan. Saya didalam tiga hari ini belum mendengarkan prinsip itu, yaitu kesejahteraan, prinsip: tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Saya katakan tadi prinsipnya San Min Cu I ialah “Mintsu, Min Chuan, Min Sheng” atau Nationalism, democracy, socialism. Maka prinsip kita harus sociale rechtvaardigheid .”
Pengaruh posmopolitanisme (internasionalisme) karya A. Baars dan San Min Cu I karya Dr. Sun Yat Sen yang diterima bung Karno pada tahun 1917 dan 1918 disaat ia menduduki dingklik sekolah H.B.S. benar-benar mendalam. Hal ini sanggup dibuktikan pada ketika Konprensi Partai Indonesia (partindo) di Mataram pada tahun 1933, bung Karno memberikan gagasan wacana marhaennisme , yang pengertiannya ialah :
a. Sosio – nasionalisme, yang terdiri dari : Internasionalisme, Nasionalisme
b. Sosio – demokrasi, yang tersiri dari : Demokrasi, Keadilan sosial.
Jadi marhaenisme berdasarkan Bung Karno yang dicetuskan pada tahun 1933 di Mataram yaitu : Internasionalisme ; Nasionalisme ; Demokrasi : Keadilan sosial .
Dan kalau kita perhatikan dengan seksama, akan terang sekali bahwa 4 unsur marhainisme seluruhnya diambil dari Internasionalisme milik A. Baars dan Nasionalisme, Demokrasi serta keadilan sosial (sosialisme) seluruhnya diambil dari San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen.
Apabila kita teliti lebih mendalam, pancasila yang dicetuskan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI yaitu sama dengan Marheinisme yang disampaikan dalam Konprensi Partindo di Mataram pada tahun 1933, yang seluruhnya diambil dari kosmopolitanisme milik A. Baars dan San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen. Di dalam pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 itu antara lain berbunyi :
”Saudara-saudara ! Dasar negara telah saya sebutkan, lima bilangannya. Inikah Panca Dharma ? Bukan !Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar…..Namanya bukan Panca Dharma, tetaoi….saya namakan ini dengan petunjuk seorang sahabat kita andal bahasa…..namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Kelima sila tadi berurutan sebagai berikut:
a. Kebangsaan Idonesia;
b. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan
c. Mufakat atau domokrasi
d. Kesejahteraan social
e. Ke-Tuhanan.
(Pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 dimuat dalam “20 tahun Indonesia Merdeka” Dep. Penerangan RI. 1965.)
Kelima sila dari Pancasila Bung Karno ini, kita cocokkan dengan marhaenisme Bung Karno yaitu persis sama, hanya ada sedikit penambahan Ke Tuhanan. Untuk lebih jelasnya oke kita susun sebagai berikut:
a. Kebangsaan Indonesia berarti sama dengan nasionalisme dalam marhaenisme, juga sama dengan nasionalisme milik San Min Cu I milik Dr. Sun yat Sen, Cuma ditambah dengan kata-kata Indonesia.
b. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan berarti sama dengan internasionalisme dalam marhaenisme, juga sama dengan internasionalisme (kosmopolitanisme) milik A. Baars.
c. Mufakat atau demokrasi berarti sama dengan demokrasi dalam marhaenisme, juga sama dengan demokrasi dalam San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen.
d. Kesejahteraan sosial berarti sama dengan keadilan sosial dalam marhaenisme, juga berarti sama dengan sosialisme dalam San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen.
e. Ke-Tuhanan yang diambil dari pendapat-pendapat para pemimpin Islam, yang berbicara lebih dahulu dari Bung Karno, di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945.
Dengan cara mencocokkan ibarat ini, berarti terlihat dengan terang bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945, yang merupakan”Rumus Pancasila I”, sehingga dijadikan Hari Lahirnya Pancasila, berasal dari 3 sumber yaitu:
a. Dari San Min Cu I Dr. Sun Yat Sen (Cina);
b. Dari internasionalisme (kosmopolitanisme A. Baars (Belanda
c. Dari umat Islam.
Kaprikornus Pancasila 1 juni 1945, yaitu bersumber dari : (1) Cina (2) Belanda dan (3) Islam. Dengan begitu bahwa pendapat yang menyatakan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia sendiri atau dari peninggalan nenek moyang yaitu sangat keliru dan salah.
Sebagaimana telah diketahui bahwa sebelum sidang pertama BPUPKI itu berakhir, dibentuklah satu panitia kecil untuk :
a. Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara, berdasarkan pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.
b. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamirkan Indonesia merdeka.
Dari dalam panitia kecil itu dipilih lagi 9 orang untuk menyelenggarakan kiprah itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945, yang kemudian diberikan nama dengan “Piagam Jakarta”. Dengan begitu, maka Pancasila berdasarkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan ini merupakan Rumus Pancasila II, berbeda dengan Rumus Pancasila I. Lebih jelasnya Rumus Pancasila II ini yaitu sebagai berikut ;
1. Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rumus Pancasila II ini atau lebih dikenal dengan Pancasila berdasarkan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, baik mengenai sitimatikanya maupun redaksinya sangat berbeda dengan Rumus Pancasila I atau lebih dikenal dengan Pancasila Bung Karno tanggal 1 juni 1945. pada rumus pancasila I, Ke-Tuhanan yang berada pada sila kelima, sedangkan pada Rumus Pancasila II, ke-Tuhanan ada pada sila pertama, ditambah dengan anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kemudian pada Rumus Pancasila I, kebangsaan Indonesia yang berada pada sila pertama, redaksinya berkembang menjadi Persatuan Indonesia pada Rumus Pancasila II, dan tempatnyapun berubah yaitu pada sila ketiga. Demikian juga pada Rumus Pancasila I . Internasionalisme atau peri kemanusiaan, yang berada pada sila kedua, redaksinya berkembang menjadi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Selanjutnya pada Rumus Pancasila I, Mufakat atau Demokrasi, yang berbeda pada sila ketiga, redaksinya berubah sama sekali pada Rumus Pancasila II, yaitu menjadi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan perwakilan dan menempati sila keempat. Dan juga pada Rumus Pancasila I, kesejahteraan sosial yang berada pada sila keempat, baik redaksinya, maka Pancasila pada Rumus II ini, tentunya mempunyai pengertian yang jauh berbeda dengan Pancasila pada Rumus I. Rumus Pancasila II ini Jakarta tertanggal 22 Juni 1945, yang dikerjakan oleh panitia 9, maka pada rapat terakhir BPUPKI pada tanggal 17 Juni 1945 diterima.
Sehari sehabis proklamasi, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, terjadilah rapat “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia” (PPKI). Panitia ini dibuat sebelum proklamasi dan mulai aktif bekerja mulai tanggal 9 Agustus 1945 dengan beranggotakan 29 orang. Dengan mempergunakan rancangan yang telah dipersiapkan oleh BPUPKI, maka PPKI sanggup menyelesiakan program hari itu, yaittu:
a. Menetapkan Undang-Undang Dasar
b. Memilih Presidan dan Wapres dalam waktu rapat selama 3 jam.
Dengan demikian terpenuhilah keinginan Bung Karno yang diucapkan pada waktu membuka rapat itu sebagai ketua panitia dengan kata-kata sebagai berikut ; “Tuan-tuan sekalian tentu mengetahui dan mengakui, bahwa kita duduk di dalam suatu zaman yang beralih sebagai kilat cepatnya. Maka berafiliasi dengan itu saya minta kini kepada tuan-tuan sekalian, supaya kitapun bertindak di dalam sidang ini dengan kecepatan kilat.”
Sedangkan mengenai sifat dari Undang-Undang Dasarnya sendiri Bung Karno berkata: ”Tuan-tuan tentu mengerti bahwa ini yaitu sekedar Undang-Undang Dasar sementara, Undang-Undang Dasar Kilat, bahwa barangkali boleh dikatakan pula, inilah revolutie grodwet. Nanti kita akan menciptakan undang-Undang Dasar yang lebih tepat dan lengkap. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan, supaya kita ini harus bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar itu.” Dalam beberapa menit saja, tanpa ada perdebatan yang substansil disahkan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, dengan beberapa perubahan, khususnya dalam rumus pancasila .
Adapun Pembukaan Undang-Undang Dasar, yang didalamnya terdapat Rumus Pancasila II, yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, yaitu sebagai berikut :
PEMBUKAAN
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh alasannya yaitu itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, lantaran tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan usaha pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah hingga kepada ketika yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan bebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya”.
Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian awet dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam satu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada : Ke- Tuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan perwakilan serta mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Dengan demikian disahkannya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, maka Rumus Pancasila mengalami perubahan lagi, yaitu: Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perubahan esensial dari Rumus Pancasila II atau Pancasila berdasarkan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dengan Rumus Pancasila III atau Pancasila berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar tanggal 18 Agustus 1945, yaitu pada sila pertama “Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” diganti dengan “Ke-Tuhanan Yang Maha Esa” . perubahan ini ternyata dikemudian hal ini menumbuhkan benih kontradiksi perilaku dan pemikiran yang tak kunjung berhenti hingga hari ini. Sebab umat Islam menganggap bahwa pencoretan anak kalimat pada sila pertama Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, oleh PPKI yaitu suatu pengkhianatan oleh golongan nasionalis dan kristen. Karena Rumus Pancasila II telah diterima secara bulat oleh BBUPKI pada tanggal 17 Juli 1945.
Selanjutnya melalui agresi militer Belanda ke-I dan ke- II , dan dibentuknya negara-negara penggalan oleh Belanda, pemberontakan PKI di Madiun, statmen Roem Royen yang mengembalikan Bung Karno dan kawan-kawannya dari Bangka ke Jogjakarta, sedangkan Presiden darurat RI pada waktu itu ialah Mr. Syafruddin Prawiranegara, sampailah sejarah negara kita kepada konfrensi meja bulat di Den Haag (Nederland). Konfrensi ini berlangsung dari tanggal 23 Agustus 1949 hingga tanggal 2 November 1949. dengan ditandatanganinya “Piagam Persetujuan” antara delegasi Republik Indonesia dan delegasi pertemmuan untuk permusyawaratan federal (B.F.O.) mengenai “Konstitusi Republik Indinesia Serikat” (RIS) di Seyeningen pada tanggal 29 Oktober 1949, maka ikut berubahlah Rumus Pancasila III menjadi Rumus Pancasila IV. Rumus Pancasila IV ini termuat dalam muqadimah Undang-Undang Dasar Republik Indinesia Serikat (RIS), yang bunyinya sebagai berikut:
Mukadimah
Kami bangsa Indonesia semenjak berpuluh-puluh tahun lamanya bersatu padu dalam usaha kemerdekaan, dengan senantiasa berhati teguh berniat menduduki hak hidup sebagai bangsa yang merdeka berdaulat. Ini dengan berkat dan rahmat Tuhan telah sampailah kepada ringkatan sejarah yang berbahagia dan luhur.
Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam satu piagam negara yang berbentuk Republik Federasi berdasarkan legalisasi “Ketuhanan Yang Maha Esa, Peri kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan dan keadilan sosial.”
Secara jelasnya Rumus Pancasila IV atau pancasila berdasarkan mukadimah Undang-Undang Dasar RIS tanggal 29 Oktober 1949, yaitu sebagai berikut;
1. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
2. Peri-Kemanusiaan
3. Kebangsaan.
4. Kerakyatan
5. Keadilan sosial.
Perubahan yang terjadi antara Rumus Pancasila III dengan Rumus Pancasila IV yaitu perubahan redaksional yang sangat banyak, yang sudah barang tentu akan membawa jawaban pengertian pancasila itu menjadi berubah pula.
Republik Indinesia Serikat tidak berumur hingga 1 tahun. Pada tanggal 19 Mei 1950 ditanda tangani “Piagam Persetujuan” antara pemerintah RIS dan pemerintah RI. Dan pada tanggal 20 Juli 1950 dalam pernyataan bersama kedua pemerintah dinyatakan, antara lain menyetujui rencana Undang-Undang Dasar Sementara negara kesatuan Republik Indonesia ibarat yang dilampirkan pada pernyataan bersama”. Pembukaan Undang-Undang Dasar Sementara negara kesatuan Repiblik Indonesia ibarat yang dilampirkan pada pernyataan bersama. Pembukaan Undang-Undang Dasar Sementara 1950, yang didalamnya terdapat rumus Pancasila, yaitu sebagai berikut;
Mukadimah
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh alasannya yaitu itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, lantaran tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Dan usaha pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada ketika yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Dengan berkat dan rahmat Tuhan tercapailah tingkat sejarah yang berbahagia dan luhur.
Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara yang berbentuk Republik Kesatuan, berdasarkan legalisasi ketuhanan yang maha esa, peri kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan yang berdaulat sempurna”.
Rumus Pancasila dalam mukadimah Undang-Undang Dasar sementara yaitu merupakan rumus pancasila V. dan ternyata antara Rumus Pancasila IV dan Rumus Pancasila V tidak ada perubahan baik sistimatikanya maupun redaksinya.
Tetapi setelah dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, yang menyatakan “Pembubaran kostituante dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar 1945”, Rumus Pancasila mengalami perubahan, baik redaksinya maupun pengertiannya secara esensial dan mendasar. Sebab setelah itu Bung Karno merumuskan Pancasila dengan memakai “ Teori Perasan” yaitu pancasila itu diperasnya menjadi tri sila ( tiga sila) : sosio nasionalisme (yang meliputi kebangsaan Indonesia dan peri kemanusiaan); Sosio demokrasi (yang meliputi demokrasi dan kesejahteraan sosial dan ketuhanan. Trisila ini diperas lagi menjadi Ekasila (satu sila); Ekasila itu tidak lain ialah gotong-royong. Dan gotong royong diwujudkan oleh Bung Karno dalam bentuk nasakom (nasional, agama dan komunis).
Teori perasan Bung Karno ni bukan kasus baru, tetapi itulah hakekat Pancasila yang ia lahirkan pada tanggal 1 Juni 1945; dan hal ini sanggup dilihat dari pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di depan BPUPKI, yang antara lain berbunyi, “Atau barang kali ada saudara-saudara yang tidak senang adas bilangan itu ? Saya boleh peras sehingga tinggal tiga saja. Saudara Tanya kepada saya apakah perasan tiga perasan itu ? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia, Weltanschaung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme; kebangsaan dan peri kemanusiaan, saya peras menjadi satu : itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme. Dan demokresi yang bukan demokrasi barat, tetapi pilitiek economiche democratie, yaitu pilitieke democratie dengan sociale rechtvaardigheid, demikrasi dengan kesejahteraan saya peraskan pula menjadi satu. Inilah yang dulu saya namakan socio democratie”.
Kaprikornus yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socio nationalisme, socio democratie dan ketuhanan. Kalau tuan senang dengan simbul tiga ambillah yang tiga ini. Tetapi barangkali tidak semua tuan-tuan senang kepada trisila ini, dan minta satu dasar saja ? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang satu ? Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan gotong-royong ! alangkah hebatnya ! negara gotong-royong.
Selain “teori perasan’ Pancasila, Bung Karno menjabarkan dan melengkapi Pancasila itu dengan Manifesto Politik ( Manipol ) dan USDEK ( Undang-Undang Dasar 45, Sosialisme Indonesis, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribaian Indonesia). Hal ini bisa kita jumpai di dalam “Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi”, ynag antara lain menyatakan : “Ada orang menanya : Kepada Manifesto Polotik ? Kan kita sudah mempunyai Pancasila? Manifesto Politik adalan pancaran dari Pancasila; USDEK yaitu pemancaran dari pada Pancasila. Manifesto Politik, USDEK dan Pancasila yaitu terjalin satu salam lain. Manifesto politik, USDEK dan pancasila tidak sanggup dipisahkan satu sama lain. Jika saya harus mengambil qiyas agama sekadar qiyas maka saya katakan : Pancasila yaitu semacam Qur’annya dan Manifesto Politik dan USDEK yaitu semacam Hadits-haditsnya. Awas saya tidak menyampaikan bahwa Pancasila yaitu Qur’an dan Manifsesto Politik dan USDEK yaitu hadits ! Qur’an dan Hadits shahih merupakan satu kesatuan, maka pancasila dan Manifesto politik dan USDEK yaitu merupakan satu kesatuan. Teori perasan Pancasila yang dilengkapi dengan manifesto Politik dan USDEK yaitu merupakan Rumus Pancasila VI.
Dengan Naskaom memberi peluang yang besar kepada golongan komunis ibarat Partai Komunis Indonesia ( PKI ) untuk memasuki aneka macam instansi sipil dan militer. Dominasi komunis di dalam pemerintahan dan aneka macam sektor kehidupan, memperlihatkan kesempatan kepada mereka untuk melaksanakan perebutan kekuasaan dan perebutan kekuasaan; hingga timbullah Gerakan 30 September PKI.
Hadirnya G 30 S / PKI dari kandungan Nasakom, yang membawa runtuhnya rezim Orde Lama, berdasarkan regim Orde gres disebabkan oleh penyelewengan pancasila dari rel yang sebenarnya. Oleh lantaran itu rezim Orde Baru mencanangkan semboyan “Laksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 secara murni dan konsekwen”.
Menurut Orde baru, khususnya angkatan ’66, bahwa penyelewengan Pancasila oleh rezim orde Lama disebabkan “belum jelasnya filsafat Pancasila dan belum adanya tafsiran yang terperinci”. Pendapat ini bisa dilihat dari kesimpulan “Simposium Kebangkitan Generasi ’66 Menjelajah Tracee baru”, yang diselenggarakan pada tanggal 6 mei 1966, bertempat di Universitas Indonesia; yang isinya antara lain sebagai berikut: Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar ’45 pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: “Kedaulatan yaitu ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.” Dan juga terdapat dalam pasal 3 yang berbunyi: “MPR memutuskan undang-undang dasar dan garis-garis besar pada haluan negara.”
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi:
1. Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Persatuan Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/ perwakilan, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/ perwakilan.
2.2 Fungsi Pancasila Bagi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Fungsi dan peranan pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sanggup diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan dasar Negara serta pandangan atau pedoman hidup bangsa.Suatu bangsa tidak akan berdiri dengan kokoh tanpa ada suatu dasar negara yang berpengaruh dan tidak akan mengetahui kemana arah tujuan yang akan dicapai tanpa pandangan hidup. Dengan adanya dasar negara suatu negara tidak akan tergoyahkan dalam menghadapi suatu permasalahan yang tiba baik dari dalam maupun dari luar. Adapun fungsi dan peranan pancasila bagi bangsa Indonesia yaitu sebagai berikut,
2.2.1 Pancasila sebagai Dasar Negara
Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara (Philosophische Grondslaag) Negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara berarti bahwa Pancasila dijadikan dasar dalam berdirinya NKRI dan dipakai sebagai dasar dalam mengatur pemerintah negara atau penyelenggaraan Negara. Pengertian Pancasila sebagai dasar negara ini sesuai dengan suara pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yang berbunyi “..….maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..”. Selanjutnya Pancasila sebagaimana termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat tersebut dijelaskan dalam wujud aneka macam macam aturan-aturan dasar atau pokok ibarat yang terdapat dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 dalam bentuk pasal-pasalnya yang kemudian dijabarkan dalam peraturan pelaksananya yaitu aneka macam instrumen perundang-undangan sebagai aturan tertulis dan dalam wujud konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan sebagai aturan dasar tidak tertulis.
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memperlihatkan pengertian bahwa Negara Republik Indonesia yaitu Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. Mengenai hal itu, Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan : “Negara Pancasila yaitu suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan menyebarkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab), supaya masing-masing sanggup hidup layak sebagai manusia, menyebarkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial).”
2.2.2 Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.
Sebagaimana yang ditujukan dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu yaitu jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan terang arah serta tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjung sebagai pandangan/filsafat hidup. Dalam pergaulan hidup terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Dengan demikian, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga harus berdasarkan pada Bhineka Tunggal Ika yang merupakan asas pemersatu bangsa sehingga dihentikan mematikan keanekaragaman. Hakekat Bhineka Tunggal Ika sebagai perumusan dalam salah satu pembagian terstruktur mengenai arti dan makna Pancasila berdasarkan Notonegoro yaitu bahwa perbedaan itu adala kodrat bawaan insan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa, namun perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan dan diperuncingkan melainkan perbedaan itu untuk dipersatuka, disintesakan dalam suatu sintesa yang positif dalam suatu negara kebersamaan Negara Perasatuan Indonesia
Proses perumusan pandangan hidup masyarakat dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup negara yang disebut sebagai ideologi negara. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi pandangan hidup bangsa dan kesannya menjadi pandangan dasar negara juga terjadi pada pandangan hidup Pancasila. Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar negara dan ideologi negara, nilai-nilainya telah terdapat pada bangsa Indonesia dalam adat istiadat, budaya serta dalam agama sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia. Dengan suatu pandangan hidup yang terang maka banga Indonesia akan mempunyai pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan aneka macam kasus politik, sosial budaya, ekonomi, hukum, dan persoalan lainnya dalam gerak masyarakat yang semakin maju. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh warganya lantaran pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat.
Mengamalkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (falsafah hidup bangsa) berarti melaksanakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menggunaka Pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari, supaya hidup kita sanggup mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin. Salah satu bentuk pengalamannya yaitu menjunjung tinggi Pancasila, mematuhi peraturan pemerintahan dan menerapkan suatu pola penerapan pancasila. Pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari ini yaitu sangat penting lantaran dengan demikian diharapkan adanya tata kehidupan yang serasi (harmonis). Bahwa pengalaman pancasila secara utuh (5 sila) tersebut yaitu merupakan menjadi syarat penting bagi terwujudnya impian kehidupan berbangsa dan bernegara
2.2.3 Pancasila sebagai Ideologi Negara
Pancasila sebagai ideologi negara, yang dimaksud dengan istilah Ideologi Negara yaitu kesatuan gagasan-gagasan dasar yang sistematis dan menyeluruh wacana insan dan kehidupannya baik individual maupun sosial dalam kehidupan kenegaraan. Ideologi negara menyatakan suatu impian yang ingin dicapai sebagai titik tekanannya dan meliputi nilai-nilai yang menjadi dasar serta pedoman negara dan kehidupannya.Pancasila yaitu ideologi negara yaitu gagasan mendasar mengenai bagaimana hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia bukan ideologi milik negara atau rezim tertentu.Sebagai ideologi, yaitu selain kedudukannya sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila berkedudukan juga sebagai ideologi nasional Indonesia yang dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila sebagai ikatan budaya (Cultural Bond) yang berkembangan secara alami dalam kehidupan masyarakat Indonesia bukan secara paksaan atau Pancasila yaitu sesuatu yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Sebuah ideologi sanggup bertahan atau pudar dalam menghadapi perubahan masyarakat tergantung daya tahan dari ideologi itu.
Menurut Alfian, kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang dimiliki oleh ideologi itu, yaitu dimensi realita, idealisme, dan fleksibelitas. Pancasila sebagai sebuah ideologi mempunyai tiga dimensi tersebut:
a. Dimensi realita, yaitu nilai-nilai dasar yang ada pada ideologi itu yang mencerminkan realita atau kenyataan yang hidup dalam masyarakat dimana ideologi itu lahir atau muncul untuk pertama kalinya paling tidak nilai dasar ideologi itu mencerminkan realita masyarakat pada awal kelahirannya.
b. Dimensi idealisme, yaitu kadar atau kualitas ideologi yang terkandung dalam nilai dasar itu bisa memperlihatkan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan masyarakat wacana masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama sehari-hari.
c. Dimensi fleksibelitas atau dimensi pengembangan, yaitu kemampuan ideologi dalam mensugesti dan sekaligus mengikuti keadaan dengan perkembangan masyarakatnya. Mempengaruhi artinya ikut mewarnai proses perkembangan zaman tanpa menghilangkan jati diri ideologi itu sendiri yang tercermin dalam nilai dasarnya. Mempengaruhi berarti pendukung ideologi itu berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap nilai dasar dari ideologi itu yang sesuai dengan realita - realita gres yang muncul di hadapan mereka sesuai perkembangan zaman.Dengan demikian, Pancasila merupakan sebuah ideologi yang tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat terbuka.Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila yaitu bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman.Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar Pancasila namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkrit, sehingga mempunyai kemampuan yang labih tajam untuk memecahkan masalah- kasus gres dan aktual. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
• Nilai - nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
• Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah.
• Milik seluruh rakyat Indonesia.
2.2.4 Pancasila sebagai Pandangan Hidup
Pancasila sebagai pandangan hidup, bagi rakyat Indonesia sangat penting artinya lantaran merupakan pegangan yang mantap, supaya tidek terombang ambing oleh keadaan apapun, bahkan dalam era globalisasi.
2.2.5 Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Lahirnya Pancasila bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Pancasila sendiri pada hakekatnya di gali dari kebudayaan Indonesia sendiri yang merupakan jiwa bangsa Indonesia, Pancasila memperlihatkan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak sanggup dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang sanggup membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain.
2.2.6 Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia.
Pancasila dalam pengertian ini yaitu bahwa sikap, tingkah laku, dan perbuatan Bangsa Indonesia mempunyai ciri khas. Artinya, sanggup dibedakan dengan bangsa lain, dan kepribadian bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Oleh lantaran itu, Pancasila disebut juga sebagai kepribadian bangsa Indonesia.
2.2.7 Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Nasional
Pancasila Pancasila sebagai impian dan tujuan nasional pancasila, sebagai impian dan tujuan nasional berarti bahwa impian luhur Bangsa Indonesia tegas termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan usaha jiwa proklamasi, yaitu Jiwa Pancasila. Dengan demikian, Pancasila merupakan Cita-Cita dan Tujuan Nasional Bangsa Indonesia (Alinea II dan IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945).
2.2.8 Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia
Pancasila disahkan bersama-sama dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. PPKI ini merupakan wakil-wakil dari seluruh rakyat Indonesia yang mengesahkan perjanjian luhur tersebut.
Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sehabis Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi, bukan sekedar lantaran ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan impian bangsa Indonesia yang terpendam semenjak berabad-abad yang lalu, melainkan lantaran Pancasila itu telah bisa mengambarkan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah usaha bangsa.
2.3 ISI YANG TERKANDUNG DALAM PANCASILA
2.3.1 Makna Sila-Sila Pancasila
1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Mengandung arti legalisasi adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa
b. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah berdasarkan agamanya
c. Tidak memaksa warga negara untuk beragama.
d. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama.
e. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah berdasarkan agamanya masing-masing.
f. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan perantara ketika terjadi konflik agama.
3 Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a. Menempatan insan sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan.
b. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
c. Mewujudnya keadilan dan peradaban yang tidak lemah.
4 Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
a. Nasionalisme.
b. Cinta bangsa dan tanah air.
c. Menggalang persatuan dan kesatuan atau kekusaan, keturunan dan perbedaaan warna kulit.
d. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenaggungan.
5 Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
a. Hakikat sila ini yaitu demokrasi.
b. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sehabis itu diadakan tindakan bersama.
c. Dalam melaksanakan keputusan dibutuhkan kejujuran bersama.
6 Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.
b. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama berdasarkan potensi masing-masing.
c. Melindungi yang lemah supaya kelompok warga masyarakat sanggup bekerja sesuai dengan bidangnya.
2.3.2 Sikap positif terhadap nilai-nilai pancasila
Nilai-nilai Pancasila telah diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia. Oleh lantaran itu, mengamalkan Pancasila merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia. Sikap positif dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai berikut :
a. Menghormati anggota keluarga.
b. Menghormati orang yang lebih tua.
c. Membiasakan hidup hemat.
d. Tidak membeda-bedakan teman.
e. Membiasakan musyawarah untuk mufakat.
f. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.
g. Membantu orang lain yang kesusahan sesuai dengan kemampuan sendiri
2.3.3 Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila
a. Nilai Dasar yaitu merupakan nilai yang bersifat sangat aneh umum, dan tidak terikat oleh ruang dan waktu.
b. Nilai Instrumental yaitu merupakan pembagian terstruktur mengenai nilai dasar yaitu kode kinerja untuk kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu, sifatnya kontekstual, harus diubahsuaikan dengan tuntutan zaman. Seperti tertuang dalam UU dan peraturan serta kebijakan pemerintah lainnya.
c. Nilai praksis yaitu nilai yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kerukunan hidup beragama, silaturrahmi antar umat beragama, obrolan antar umat beragama, toleransi, dan saling menghormati antar umat beragama.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari klarifikasi diatas didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Pancasila merupakan lima dasar atau aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia.
2. Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Indonesia yaitu :
a. Sebagai dasar negara
b. Sebagai ideologi negara
c. Sebagai sumber dari segala sumber hokum
d. Sebagai pandangan hidup bangsa indonesia
e. Sebagai jiwa bangsa indonesia
f. Sebagai kepribadian bangsa indonesia
g. Sebagai impian dan tujuan nasional
h. Sebagai perjanjian luhur bangsa indonesia
3. Pengamalan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari meliputi :
a. Sila Pertama Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
b. Sila Kedua Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia.
c. Sila Ketiga Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
d. Sila Keempat Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
e. Sila Kelima Mengembangkan perilaku adil terhadap sesama
DAFTAR PUSTAKA
Syahar, H.Syaidus, Pancasila Sebagai Paham Kemasyarakatan Dan Kenegaraan Indonesia, Alumni, Bandung 1975.
Kaelan, 2003, Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta.
Endang Saifuddin Anshari MA. Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, Pustaka Bandung 1981
Sumarsono, S dkk. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama 2004.
Soeprapto,M.Ed. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Internasional. Jakarta: PT. Citraluhur Tata, 1996.
Kaelan. Filsafat Pancasila. Yogyakarta: Paradigma 1996.
www.wikipedia.com
www.academia.edu
Sourche: http://knowledgeisfreee.blogspot.co.id
Inilah Sejarah Dan Makna Hari Ibu Di Indonesia 22 Desember Lengkap
Inilah Sejarah Dan Makna Hari Ibu Di Indonesia 22 Desember Lengkap
Sejarah dan makna Hari Ibu 22 Desember 2015. Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati puncak hari ibu yang pada tahun ini akan jatuh pada Selasa 22 Desember 2015. Dan pastinya ada sejarah kenapa bangsa kita memperingati Hari Ibu atau jikalau di negara lain ibarat eropa di kenal dengan istilah Mother’s day. Dan ini yang perlu kita pelajari , alasannya ialah setiap negara satu sama lain kadang berbeda tanggal dan bulannya.
Untuk di Indonesia , Hari Ibu pertama kali sehabis Presiden Soekarno mendeklarasikan melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember ialah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional sampai ketika ini. Dan pastinya ada sejarah sampai di pilihnya tanggal 22 Desember tersebut untuk puncak peringatan hari Ibu di negara kita.
Seperti di ketahui , pada tanggal 22-25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta, para pejuang perempuan Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada ketika itu berkumpul untuk mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yang pertama). Yang di anggap sebagai tonggak berdirinya organisasi para pejuang perempuan yang pertama Indonesia
Sourche: Indoberita.com
Hari Ham Sedunia Sebagai Momentum Perkuat Kesepakatan Dan Agresi Nyata
Hari HAM Sedunia Sebagai Momentum Perkuat Komitmen dan Aksi Nyata
Hari HAM Sedunia Sebagai Momentum Perkuat Komitmen dan Aksi Nyata
JAKARTA- Pemerintah Indonesia masih terus berupaya maksimal untuk melaksanakan reformasi hukum, utamanya berkaitan dengan penghormatan, dukungan dan pememuhan hak asasi insan (HAM). Meski demikian, tak dipungkiri bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dikala mendapatkan pimpinan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 9 Desember 2016.
"Masih banyak problem hak asasi insan lainnya yang belum sepenuhnya sanggup kita tuntaskan. Seperti penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu, konflik agraria, pelanggaran hak masyarakat adat, perdagangan manusia, dan kejahatan seksual serta kekerasan pada anak," ungkap Presiden.
Maka itu, bertepatan dengan Hari HAM Sedunia ke-68, Presiden Joko Widodo bertekad untuk mengakibatkan momentum tersebut untuk memperkuat komitmen, tekad, dan agresi faktual dalam melaksanakan dukungan terhadap HAM. Dirinya juga menyebut bahwa negara akan hadir untuk menjamin dukungan HAM bagi warga negara.
"Sesuai dengan amanah konstitusi, negara harus hadir dalam menjamin terselenggaranya hak-hak politik, ekonomi, sosial, dan budaya seluruh warga negara," ujarnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri M. Imdadun Rahmat selaku Ketua Komnas HAM, Roichatul Aswidah selaku Wakil Ketua Bidang Eksternal, Prof. Musdah Mulia selaku Anggota Pansel, Hafid Abbas selaku Anggota, Mulya Lubis selaku perwakilan penggagas HAM, serta sejumlah anggota lainnya, Presiden turut menyinggung soal hak-hak warga negara atas pendidikan dan kesehatan yang mungkin belum sepenuhnya terpenuhi. Namun, Presiden Joko Widodo meyakinkan bahwa pemerintah telah berupaya keras untuk meningkatkan saluran dan kualitas pendidikan serta kesehatan dasar bagi para warganya.
Selain itu, dalam hal kebebasan beragama yang merupakan dasar dari kerukunan dan toleransi, Presiden juga menyadari pentingnya pemerintah untuk menjaga hal tersebut. Sebab, warga negara berhak untuk menjalankan keyakinannya dengan terbebas dari gangguan dan pembatasan dari pihak manapun.
"Dalam menjalankan tugas ini, pemerintah menyadari pentingnya kolaborasi dengan banyak sekali elemen bangsa untuk menjaga toleransi dan kerukunan," imbuhnya.
Di penghujung sambutannya, Presiden Joko Widodo beropini bahwa pemenuhan HAM merupakan tanggung jawab yang harus dipikul bersama antara pemerintah sentra dengan daerah. Maka itu, terhadap segala penegakan peraturan kawasan yang mengedepankan HAM mendapatkan apresiasi khusus dari Presiden.
"Upaya pemerintah kabupaten dan kota untuk membuat kabupaten dan kota yang ramah dan peduli HAM tersebut perlu menerima apresiasi bersama," tutupnya.
Turut hadir mendampingi Presiden di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yaspnna Laoly dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Johan Budi.
Sourche: ksp.go.id
