Tampilkan postingan dengan label Ilmu Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Geologi. Tampilkan semua postingan

Komposisi Kimiawi Bumi

Komposisi kimiawi Bumi

Massa Bumi yaitu sekitar 5,98×1024 kg. Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), sulfur (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat segregasi massa, bab inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), sulfur (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.[44]

Ahli geokimia F. W. Clarke menghitung lebih dari 47% kerak Bumi mengandung oksigen. Konstituen batuan yang umumnya terdapat pada kerak Bumi hampir semuanya merupakan senyawa oksida; klorin, belerang, dan fluor yaitu tiga pengecualian, dan jumlah total kandungan unsur ini dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida utama yang terkandung dalam kerak Bumi yaitu silika, alumina, besi oksida, kapur, magnesia, kalium, dan soda. Silika pada umumnya berfungsi sebagai asam, yang membentuk silikat, dan mineral paling umum yang terdapat pada batuan beku yaitu senyawa ini. Berdasarkan analisisnya terhadap 1.672 jenis batuan di kerak Bumi, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% kerak Bumi terdiri dari 11 oksida (lihat tabel di sebelah kanan).

Pengertian Bumi Dalam Geologi


Bumi ialah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru.

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama. Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan kondusif di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk dapat terus bertahan.

Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang mempunyai banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es; es padat di lapisan es Antarktika dan es bahari di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang membuat medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bab mantel.

Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang membuat 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris.[catatan 7] Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan animo di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari). Bulan ialah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara sedikit demi sedikit memperlambat rotasi Bumi.

Bumi ialah kawasan tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi insan global. Wilayah Bumi yang dihuni insan dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan agresi militer.

Pengertian Gurun Dan Misalnya Di Dunia


Gurun

Dalam istilah geografi, gurun, padang gurun atau padang pasir yaitu suatu tempat yang mendapatkan curah hujan yang sedikit - kurang dari 250 mm per tahun. Gurun dianggap mempunyai kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih berair hal ini mungkin benar, walaupun jikalau diamati secara seksama, gurun sering kali mempunyai kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya pada siang hari) untuk mempertahankan cairan tubuh. Kurang lebih sepertiga wilayah bumi yaitu berbentuk gurun.

Bentang gurun mempunyai beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan kerikil karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bab pembentuk lain dari gurun.

Gurun kadang mempunyai kandungan cadangan mineral berharga yang terbentuk di lingkungan kering (bahasa Inggris: 'arid') atau terpapar oleh erosi. Keringnya wilayah gurun menjadikannya tempat yang ideal untuk pengawetan benda-benda peninggalan sejarah serta fosil.

Proses Aeolian

Dalam ilmu geologi dan klimatologi, proses aeolian yaitu kegiatan dan kemampuan angin untuk mengikis, mengangkut, dan mengendapkan, bahan-bahan material di tempat yang vegetasinya kurang dan wilayah sedimen yang luas. Proses aeolian lebih banyak terjadi di lingkungan kering ibarat pembentukan bukit pasir di gurun. Proses ini tidak hanya terjadi di bumi, hal ini juga terjadi di planet lain ibarat Mars.[1]

Istilah aeolian berasal dari nama ilahi Yunani, Æolus penjaga angin.

Daftar gurun berdasarkan benua

Menurut benua

Afrika

    Gurun Sahara – gurun panas terbesar di dunia, di Afrika Utara

    Gurun Kalahari – di Afrika bab selatan

    Gurun Namib – di Afrika bab selatan

Antarktika

Benua Antarktika – pusatnya merupakan gurun terbesar di dunia, dengan cuaca yang membekukan.

Asia

    Gurun Gobi – di RRC dan selatan Mongolia

    Gurun Taklamakan – di China

    Gurun Ordos – di China

    Gurun Kara Kum – di Asia Tengah

    Gurun Kyzyl Kum – di Kazakhstan dan Uzbekistan

    Gurun Thar- di India

    Gurun Cholistan – Pakistan

    Gurun Dasht-e Lut - di Iran.

    Gurun Dasht-e Kavir – di Iran

Australia

Gurun-gurun utama:

    Gurun Victoria Besar – di selatan Australia Tengah

    Gurun Simpson – di Australia Tengah

    Gurun Strzelecki – di selatan Australia Tengah

    Gurun Tanami – di Australia Utara

    Gurun Barat – di bab barat Australia

        Gurun Gibson

        Gurun Sandy Besar

        Gurun Sandy Kecil

    gurun sandy sedang di bab barat daya australia

    gurun sandy kecil besar dibagian barat maritim australia

Eropa

    Hálendi – di Islandia

    Gurun Bledów – di Polandia

    Deliblatska Pešcara – di Vojvodina, Serbia

    Gurun Oltenia – di Oltenia

    Gurun Tabernas – di Almería, Spanyol.

    Gurun Accona - di Tuscany, Italia

Timur Tengah

    Gurun Arabia – di Semenanjung Arabia

    Gurun Al-Dahna, Gurun Nefud, dll

    Gurun Dasht-e Kavir – di Iran Tengah

    Gurun Dasht-e Lut – padang gurun garam di Iran Tenggara

    Gurun Yudea – di Israel Timur dan di Tepi Barat

    Gurun Negev – di Israel Selatan

    Gurun Sinai – di Semenanjung Sinai

Amerika Utara

Gurun-gurun utama:

    Gurun Basin Besar – di Amerika Serikat Barat

    Gurun Mojave – di California Selatan, AS

    Gurun Chihuahua – di AS dan Meksiko

    Gurun Sonora – di AS dan Meksiko

Amerika Selatan

    Gurun Patagonia – di Argentina

    Gurun Monte – di Argentina

    Gurun La Guajira – di Kolombia Utara dan Venezuela

    Gurun Atacama – di Chili

    Gurun Sechura

Pengertian Bentang Alam Fluvial

Bentang alam Fluvial

Bentang alam fluvial merupakan bentang alam yang terdiri di dalamnya berafiliasi dengan proses adanya air yang membentuk suatu morfologi di suatu tempat tertentu.

contoh – pola bentang alam fluvial antara lain :

Meander

Belokan tajam pada sungai, biasanya terjadi pada dalam suatu rangkaian, yang disebabkan  karekteristik dari anutan air. Meander terbentuk pada anutan endapan sedimen dan berhenti diatas anutan lantaran terhalang.

Meander cut off

Meander cutoff merupakan meander yang terbentuk akhir anutan yang melewati cuilan sempit dari leher meander, di mana anutan ke bawah telah berpindah dari meander yang telah melambat dan meander berikutnya telah mengambil anutan tersebut.

Flood Plain

Food plain ialah suatu level area pada daratan untuk memprediksi banjir dari badan air yang berdekatan. Flood plain digambarkan dari frekuensi banjir yang sudah terjadi.

Stream divide

Stream divide merupakan pembagian arus sungai menurut dasar sungai dan arah alirannya tersebut. Pembagian tersebut, yaitu branch, beck, burn, creek, kill, lick, rill, river syke, bayou, rivulet, run.

River terrace

River terrace merupakan teras sungai yang tampak sepanjang sisi lembah, biasanya sejajar dengan tembok lembah. Kebanyakan terraces terbentuk dikala pengikisan pada sungai meningkat dan melewati flood plain.

Channel Bar

Channel Bar ialah endapan sungai yang terdapat pada tengah alur sungai.

Point bar

Point Bar ialah endapan sungai yang terdapat pada tepi alur sungai.

Natural leveess

Natural levees merupakan pemanjangan dari tanggul terdiri dari pasir dan lanau dan terendapkan sepanjang tepi sungai selama masa banjir.

Back Swamp

Back swamp merupakan rawa yang mengalami penurunan area floodplain antara natural levees dan pada tepi floodplain

Braided stream

Braided stream ialah arus yang mengalir pada beberapa susukan yang terbagi dan yang bersatu. Braided stream terbentuk pada cuilan hilir sungai yang mempunyai slope hampir datar-datar, alurnya luas, dan dangkal.

Oxbow lake

Oxbow lake merupakan meander pada awalnya lantaran adanya pemotong pada arus akhir pelurusan air, maka terbentuklah struktur ibarat tapal kuda, struktur ini dinamakan oxbow lake.

Crevasse splay

Crevasse splay merupakan kenampakan roman muka bumi yang terbntuk akhir arus berlebih memotong levee dan endapan sedimen pada floodplain. Hal ini sanggup menciptakan endapan yang sangat besar sehingga menjadi delta.

Alluvial fan

Alluvial fan berbentuk ibarat kipas, merupakan akumulasi dari endapan alluvial pada verbal jurang atau anutan anak sungai dengan arus utama.

Channel fill

Channel fill merupakan akumulasi pasir detritus pada arus di mana kapasitas transportasi dari air tidak bisa untuk memindahkan material secara berulang.

Overbank

Overbank merupakan penggambaran dari tipe  endapan alluvial atau sediment yang terendapkan pada floodplain di sungai. Biasanya endapan berbutir halus.

Flood basin

Flood basin merupakan tempat di bawah permukaan air selama air tinggi lantaran banjir pada tempat tertentu.

Pengertian Geokronologi Dan Hukumnya


Geokronologi

Hukum dasar geokronologi

Law of Uniformitarianism

Hukum ini berbunyi “ The present is the key not only to the past but also to the future”

Yang artinya ialah bahwa proses-proses geologi yang terjadi di masa sekaranng, niscaya terjadi di masa lampau dan akan terjadi juga di masa yang akan datang. Hal tersebut dibuktikan denganadanya  watu gamping koral yang ditemukan di puncak Mount Everest, sedangkan dikala kini watu gamping koral sedang tumbuh di laut.

Hukum ini dicetuskan oleh James Hutton dan dipopulerkan oleh Charles Lylle.

Law of Original Horizontality

Hukum ini berbunyi “pada mulanya batuan sedimen diendapkan secara horizontal di dasar cekungan sejajar dengan permukaan bumi”. Hukum ini dicetuskan oleh Steno.

Law of Superposition

Hukum ini berbunyi “ The Lower is the older and the upper is the younger” yang artiinya ialah pada sekuen lapisan yang belum terganggu, batuan yang tertua atau yang terendapkan paling awal akan berada di paling bawah dan abtuan yang termuda atau yang terendapkan paling tamat akan berada di atas.

Hukum ini diusulkan oleh Steno dan didemonstrasikan oleh James Hutton.

Principles of Cross-cutting Relationship

Hukum ini berbunyi “ Satuan batuan atau sesar yang memotong menyilang satuan batuan lain atau sesar lain, berumur lebih muda daripada satuan batuan atau sesar yang dipotongnya.

Principle of Faunal Succesion

Hukum ini berbunyi  “ Karena adanya evolusi, aneka macam fosil yang terawetkan di dalam suatu sekuen batuan, kenampakan fisiknya berubah secara gradual dan teratur sejalan dengan waktu.”  Dengan ditemukannya kelompok fosil dalam batuan maka sanggup dipakai untuk mengkorelasikan secara geografik antara suatu tempat dengan tempat lain.

Hukum ini dicetuskan oleh William Smith.

HUKUM V

Hukum “V”ialah Hubungan antara lapisan yang memiliki kemiringan dengan bentuk topografi berelief akan menghasilkan suatu contoh singkapan yang beraturan, dimana aturan tersebut dikenal dengan aturan “V”.  Aturan-aturan tersebut ialah sebagai berikut :

Lapisan horizontal akan membentuk contoh singkapan yang mengikuti contoh garis kontur

Lapisan dengan kemiringan yang berlawanan dengan arah kemiringan lereng maka kenampakan lapisan akan memotong lembah dengan contoh singkapan membentuk abjad “V” yang berlawanan dengan arah kemiringan lembah

Pada lapisan tegak akan membentuk contoh singkapan berupa garis lurus dimana contoh singkapan ini tidak dipengaruhi oleh keadaan topografi.

Lapisan yang miring searah dengan arah kemiringan lereng dimana kemumgan lapisan lebih besar danpada kemiringan lereng akan membentuk contoh smgkapan dengan abjad “V” mengarah sama (searah) dengan arah kemiringan lereng.

Lapisan dengan kemiringan yang searah dengan kemiringan lereng dimana besar kemiringan lapisan lebih kecil dari kemiringan lereng , maka contoh singkapannya akan membentuk abjad “V” yang berlawanan dengan arah kemiringan lereng /lembah.

Lapisan yang kemiringan nya searah dengan kemiringan lembah dan besarnya kemiringan lapisan sama dengan kemiringan lereng/lembah maka contoh singkapan tampak.

KEGUNAAN MEMPELAJARI GEOKRONOLOGI

Dalam mempelajari geokronologi, sanggup diketahui urutan kronologis aneka macam proses geologi, namun tidak sanggup diketahui niscaya kapan proses tersebut terjadi di masa lampau hanya sanggup mengetahui umur relative yang dipergunakan untuk memilih urutan insiden pembentukan batuan. Selain itu sanggup mengetahui sejarah geologi bumi, dan mengetahui umur dari kumpulan fosil.

Pengertian Bentang Alam Dan Kelompoknya Dalam Geologi


Pengertian Bentang Alam dan Kelompoknya dalam Geologi

IV.I. Pendahuluan

Bentang alam struktural ialah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh struktur geologi kawasan yang bersangkutan. Struktur geologi yang paling besar lengan berkuasa terhadap pembentukan morfologi ialah struktur geologi sekunder, yaitu struktur yang terbentuk sehabis batuan itu ada.

Struktur sekunder biasanya terbentuk oleh adanya proses endogen yang bekerja ialah proses tektonik. Proses ini mengakibatkan adanya pengangkatan, pengkekaran, patahan dan lipatan yang tercermin dalam bentuk topografi dan relief yang khas. Bentuk relief ini akan berubah jawaban proses eksternal yang berlangsung kemudian. Macam-macam proses eksternal yang terjadi ialah pelapukan (dekomposisi dan disintergrasi), pengikisan (air, angin atau glasial) serta gerakan massa (longsoran, rayapan, aliran, rebahan atau jatuhan).

Beberapa kenampakan pada peta topografi yang sanggup dipakai dalam penafsiran bentang alam struktural ialah :

a. Pola pengaliran. Variasi tumpuan pengaliran biasanya dipengaruhi oleh variasi struktur geologi dan litologi pada kawasan tersebut.

b. Kelurusan-kelurusan (lineament) dari punggungan (ridge), puncak bukit, lembah, lereng dan lain-lain.

c. Bentuk-bentuk bukit, lembah dll.

d. Perubahan aliran sungai, contohnya secara tiba-tiba, kemungkinan dikontrol oleh struktur kekar, sesar atau lipatan.

IV.2. Macam-macam Bentang Alam Struktural

Bentang alam struktural sanggup dikelompokkan menurut struktur yang mengontrolnya. Srijono (1984, dikutip Widagdo, 1984), menggambarkan pembagian terstruktur mengenai bentang alam struktural menurut struktur geologi pengontrolnya menjadi 3 kelompok utama, yaitu dataran, pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Pada dasarnya struktur geologi yang ada tersebut sanggup ditafsirkan keberadaannya melalui tumpuan ataupun sifat dari garis kontur pada peta topografi.

IV.2.1. Bentang alam dengan struktur mendatar (Lapisan Horisontal)

Menurut letaknya (elevasinya)dataran sanggup dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Dataran rendah, ialah dataran yang mempunyai elevasi antara 0-500 kaki dari muka air laut.

2. Dataran tinggi(plateau/high plain ), ialah dataran yang menempati elevasi lebih dari 500 kaki diatas muka air laut.

Kenampakan-kenampakan bentang alam pada kedua dataran tersebut hampir sama, hanya dibedakan pada reliefnya saja. Pada kawasan berstadia muda terlihat datar dan dalam peta tampak tumpuan kontur yang sangat jarang. Pada kawasan yang berstadia tua, sering dijumpai dataran yang luas dan bukit-bukit sisa(monadnock), yang sering dijumpai mesa dan butte. Perbedaan mesa dengan butte ialah mesa mempunyai diameter(d) lebih besar dibandingkan dengan ketinggiannya(h). Sedangkan butte sebaliknya.(lihat gambar IV.1)

Pola penyaluran yang berkembang pada kawasan yang berstruktur mendatar ialah dendritik. Hal ini dikontrol oleh adanya keseragaman resistensi batuan yang ada di permukaan.

Hampir semua lapisan diendapkan dalam posisi yang mendatar. Sedimen yang mempunyai kemiringan asal diendapkan pada dasar pengendapan yang sudah miring, ibarat pada lereng gunung api dan disekitar terumbu karang. Kemiringan lapisan sedimen yang demikian disebut kemiringan asal dengan sudut maksimum 350(Tjia, 1987).

Kebanyakan sedimen yang mengatakan kemiringan, disebabkan lantaran adanya proses geologi yang bekerja pada suatu kawasan tersebut. Morfologi yang dihasilkan oleh proses tersebut akan mengatakan tumpuan yang memanjang searah dengan jurus perlapisan batuan. Berdasarkan besarnya sudut kemiringan dari kedua lerengnya, terutama yang searah dengan kemiringan lapisan batuannya, bentang alam ini sanggup dibagi menjadi 2, yaitu :

? Cuesta. Pada cuesta sudut kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidak simetri dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan. Sudut kelerengan kurang dari 450 (Thornbury, 1969, p.133), sedangkan Stokes & Varnes, 1955 : p.71 sudut kelerengannya kurang dari 200. Cuesta mempunyai kelerengan fore slope yang lebih curam sedangkan back slopenya relatif landai pada arah sebaliknya sehingga terlihat tidak simetri.

? Hogback. Pada hogback, sudut antara kedua sisinya relatif sama, dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan sekitar 450(Thornbury, 1969, p.133). sedangkan Stokes & Varnes, 1955 : p.71 sudut kelerengannya lebih dari 200. Hogback mempunyai kelerengan fore slope dan back slope yang hampir sama sehingga terlihat simetri.

IV.2.3. Bentang alam dengan Stuktur Lipatan

Lipatan terjadi lantaran adanya lapisan kulit bumi yang mengalami gaya kompresi (gaya tekan). Pada suatu lipatan yang sederhana, kepingan punggungan disebut dengan antiklin, sedangkan kepingan lembah disebut sinklin.

Unsur-unsur yang terdapat pada struktur ini sanggup diketahui dengan menafsirkan kedudukan lapisan batuannya. Kedudukan lapisan batuan(dalam hal ini arah kemiringan lapisan batuan) pada peta topografi, akan berlawanan arah dengan kepingan garis kontur.

IV.2.4.Struktur antiklin dan sinklin

Pada prinsipnya penafsiran pada kedua struktur ini menurut atas kenampakan fore slope/antidip slope dan back slope/dipslope yang terdapat secara berpasangan. Bila antidip slope saling berhadapan (infacing scarp), maka terbentuk lembah antiklin, sedangkan apabila yang saling berhadapan ialah back slope/dipslope, disebut lembah sinklin. Pola pengaliran yang dijumpai pada lembah antiklin biasanya ialah tumpuan trellis (lihat gambar IV.3.).

IV.2.5. Struktur antiklin dan sinklin menunjam

Struktur ini merupakan kelanjutan atau perkembangan dari pegunungan lipatan satu arah (cuesta dan hogback) dan dua arah (sinklin dan antiklin). Bila tiga fore slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah antiklin menunjam. Sedangkan jikalau tiga back slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah sinklin menunjam.

IV.2.6. Struktur lipatan tertutup

Kubah

Bentang alam ini mempunyai ciri-ciri kenampakan sebagai berikut :

1. Kedudukan lapisan miring ke arah luar (fore slope ke arah dalam).

2. Mempunyai tumpuan kontur tertutup

3. Pola penyaluran radier dan berupa bukit cembung pada stadia muda

4. Pada stadia remaja berbentuk lembah kubah dengan tumpuan penyaluran annular.

Cekungan

Bentang alam ini mempunyai kenampakan sebagai berikut :

1. Kedudukan lapisan miring ke dalam (back slope ke arah dalam)

2. Mempunyai tumpuan kontur tertutup

3. Pada stadia muda tumpuan penyalurannya annular.

II.2.7. Bentang Alam dengan Struktur Patahan

Patahan (sesar) terjadi jawaban adanya gaya yang bekerja pada kulit bumi, sehingga mengakibatkan adanya pergeseran letak kedudukan lapisan batuan. Berdasarakan arah gerak relatifnya, sesar dibagi menjadi 5, yaitu:

- Sesar normal/ sesar turun (normal fault)

- Sesar naik( reverse fault)

- Sesar geser mendatar (strike-slip fault)

- Sesar diagonal (diagonal fault/ oblique-slip fault)

- Sesar rotasi (splintery fault/hinge fault)

Secara umum bentang alam yang dikontrol oleh struktur patahan sulit untuk memilih jenis patahannya secara langsung. Untuk itu, dalam hal ini hanya akan diberikan ciri umum dari kenampakan morfologi bentang alam struktural patahan, yaitu :

a. Beda tinggi yang menyolok pada kawasan yang sempit.

b. Mempunyai resistensi terhadap pengikisan yang sangat berbeda pada posisi/elevasi yang hampir sama.

c. Adanya kenampakan dataran/depresi yang sempit memanjang.

d. Dijumpai sistem gawir yang lurus(pola kontur yang lurus dan rapat).

e. Adanya batas yang curam antara perbukitan/ pegunungan dengan dataran yang rendah.

f. Adanya kelurusan sungai melalui zona patahan, dan membelok tiba-tiba dan menyimpang dari arah umum.

g. Sering dijumpai(kelurusan) mata air pada kepingan yang naik/terangkat

h. Pola penyaluran yang umum dijumpai berupa rectangular, trellis, concorted serta modifikasi ketiganya.

i. Adanya penjajaran triangular facet pada gawir yang lurus.

Pengertian Bentang Alam Struktural Lengkap

Bentang Alam 

IV.I. Pendahuluan

Bentang alam struktural yakni bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh struktur geologi tempat yang bersangkutan. Struktur geologi yang paling besar lengan berkuasa terhadap pembentukan morfologi yakni struktur geologi sekunder, yaitu struktur yang terbentuk sesudah batuan itu ada.

Struktur sekunder biasanya terbentuk oleh adanya proses endogen yang bekerja yakni proses tektonik. Proses ini mengakibatkan adanya pengangkatan, pengkekaran, patahan dan lipatan yang tercermin dalam bentuk topografi dan relief yang khas. Bentuk relief ini akan berubah akhir proses eksternal yang berlangsung kemudian. Macam-macam proses eksternal yang terjadi yakni pelapukan (dekomposisi dan disintergrasi), abrasi (air, angin atau glasial) serta gerakan massa (longsoran, rayapan, aliran, rebahan atau jatuhan).

Beberapa kenampakan pada peta topografi yang sanggup dipakai dalam penafsiran bentang alam struktural yakni :

a. Pola pengaliran. Variasi teladan pengaliran biasanya dipengaruhi oleh variasi struktur geologi dan litologi pada tempat tersebut.

b. Kelurusan-kelurusan (lineament) dari punggungan (ridge), puncak bukit, lembah, lereng dan lain-lain.

c. Bentuk-bentuk bukit, lembah dll.

d. Perubahan aliran sungai, contohnya secara tiba-tiba, kemungkinan dikontrol oleh struktur kekar, sesar atau lipatan.

IV.2. Macam-macam Bentang Alam Struktural

Bentang alam struktural sanggup dikelompokkan menurut struktur yang mengontrolnya. Srijono (1984, dikutip Widagdo, 1984), menggambarkan pembagian terstruktur mengenai bentang alam struktural menurut struktur geologi pengontrolnya menjadi 3 kelompok utama, yaitu dataran, pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Pada dasarnya struktur geologi yang ada tersebut sanggup ditafsirkan keberadaannya melalui teladan ataupun sifat dari garis kontur pada peta topografi.

IV.2.1. Bentang alam dengan struktur mendatar (Lapisan Horisontal)

Menurut letaknya (elevasinya)dataran sanggup dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Dataran rendah, yakni dataran yang mempunyai elevasi antara 0-500 kaki dari muka air laut.

2. Dataran tinggi(plateau/high plain ), yakni dataran yang menempati elevasi lebih dari 500 kaki diatas muka air laut.

Kenampakan-kenampakan bentang alam pada kedua dataran tersebut hampir sama, hanya dibedakan pada reliefnya saja. Pada tempat berstadia muda terlihat datar dan dalam peta tampak teladan kontur yang sangat jarang. Pada tempat yang berstadia tua, sering dijumpai dataran yang luas dan bukit-bukit sisa(monadnock), yang sering dijumpai mesa dan butte. Perbedaan mesa dengan butte yakni mesa mempunyai diameter(d) lebih besar dibandingkan dengan ketinggiannya(h). Sedangkan butte sebaliknya.(lihat gambar IV.1)

Pola penyaluran yang berkembang pada tempat yang berstruktur mendatar yakni dendritik. Hal ini dikontrol oleh adanya keseragaman resistensi batuan yang ada di permukaan.

Hampir semua lapisan diendapkan dalam posisi yang mendatar. Sedimen yang mempunyai kemiringan asal diendapkan pada dasar pengendapan yang sudah miring, ibarat pada lereng gunung api dan disekitar terumbu karang. Kemiringan lapisan sedimen yang demikian disebut kemiringan asal dengan sudut maksimum 350(Tjia, 1987).

Kebanyakan sedimen yang mengatakan kemiringan, disebabkan lantaran adanya proses geologi yang bekerja pada suatu tempat tersebut. Morfologi yang dihasilkan oleh proses tersebut akan mengatakan teladan yang memanjang searah dengan jurus perlapisan batuan. Berdasarkan besarnya sudut kemiringan dari kedua lerengnya, terutama yang searah dengan kemiringan lapisan batuannya, bentang alam ini sanggup dibagi menjadi 2, yaitu :

? Cuesta. Pada cuesta sudut kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidak simetri dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan. Sudut kelerengan kurang dari 450 (Thornbury, 1969, p.133), sedangkan Stokes & Varnes, 1955 : p.71 sudut kelerengannya kurang dari 200. Cuesta mempunyai kelerengan fore slope yang lebih curam sedangkan back slopenya relatif landai pada arah sebaliknya sehingga terlihat tidak simetri.

? Hogback. Pada hogback, sudut antara kedua sisinya relatif sama, dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan sekitar 450(Thornbury, 1969, p.133). sedangkan Stokes & Varnes, 1955 : p.71 sudut kelerengannya lebih dari 200. Hogback mempunyai kelerengan fore slope dan back slope yang hampir sama sehingga terlihat simetri.

IV.2.3. Bentang alam dengan Stuktur Lipatan

Lipatan terjadi lantaran adanya lapisan kulit bumi yang mengalami gaya kompresi (gaya tekan). Pada suatu lipatan yang sederhana, kepingan punggungan disebut dengan antiklin, sedangkan kepingan lembah disebut sinklin.

Unsur-unsur yang terdapat pada struktur ini sanggup diketahui dengan menafsirkan kedudukan lapisan batuannya. Kedudukan lapisan batuan(dalam hal ini arah kemiringan lapisan batuan) pada peta topografi, akan berlawanan arah dengan kepingan garis kontur.

IV.2.4.Struktur antiklin dan sinklin

Pada prinsipnya penafsiran pada kedua struktur ini menurut atas kenampakan fore slope/antidip slope dan back slope/dipslope yang terdapat secara berpasangan. Bila antidip slope saling berhadapan (infacing scarp), maka terbentuk lembah antiklin, sedangkan apabila yang saling berhadapan yakni back slope/dipslope, disebut lembah sinklin. Pola pengaliran yang dijumpai pada lembah antiklin biasanya yakni teladan trellis (lihat gambar IV.3.).

IV.2.5. Struktur antiklin dan sinklin menunjam

Struktur ini merupakan kelanjutan atau perkembangan dari pegunungan lipatan satu arah (cuesta dan hogback) dan dua arah (sinklin dan antiklin). Bila tiga fore slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah antiklin menunjam. Sedangkan kalau tiga back slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah sinklin menunjam.

IV.2.6. Struktur lipatan tertutup

Kubah

Bentang alam ini mempunyai ciri-ciri kenampakan sebagai berikut :

1. Kedudukan lapisan miring ke arah luar (fore slope ke arah dalam).

2. Mempunyai teladan kontur tertutup

3. Pola penyaluran radier dan berupa bukit cembung pada stadia muda

4. Pada stadia sampaumur berbentuk lembah kubah dengan teladan penyaluran annular.

Cekungan

Bentang alam ini mempunyai kenampakan sebagai berikut :

1. Kedudukan lapisan miring ke dalam (back slope ke arah dalam)

2. Mempunyai teladan kontur tertutup

3. Pada stadia muda teladan penyalurannya annular.

II.2.7. Bentang Alam dengan Struktur Patahan

Patahan (sesar) terjadi akhir adanya gaya yang bekerja pada kulit bumi, sehingga mengakibatkan adanya pergeseran letak kedudukan lapisan batuan. Berdasarakan arah gerak relatifnya, sesar dibagi menjadi 5, yaitu:

- Sesar normal/ sesar turun (normal fault)

- Sesar naik( reverse fault)

- Sesar geser mendatar (strike-slip fault)

- Sesar diagonal (diagonal fault/ oblique-slip fault)

- Sesar rotasi (splintery fault/hinge fault)

Secara umum bentang alam yang dikontrol oleh struktur patahan sulit untuk memilih jenis patahannya secara langsung. Untuk itu, dalam hal ini hanya akan diberikan ciri umum dari kenampakan morfologi bentang alam struktural patahan, yaitu :

a. Beda tinggi yang menyolok pada tempat yang sempit.

b. Mempunyai resistensi terhadap abrasi yang sangat berbeda pada posisi/elevasi yang hampir sama.

c. Adanya kenampakan dataran/depresi yang sempit memanjang.

d. Dijumpai sistem gawir yang lurus(pola kontur yang lurus dan rapat).

e. Adanya batas yang curam antara perbukitan/ pegunungan dengan dataran yang rendah.

f. Adanya kelurusan sungai melalui zona patahan, dan membelok tiba-tiba dan menyimpang dari arah umum.

g. Sering dijumpai(kelurusan) mata air pada kepingan yang naik/terangkat

h. Pola penyaluran yang umum dijumpai berupa rectangular, trellis, concorted serta modifikasi ketiganya.

i. Adanya penjajaran triangular facet pada gawir yang lurus.