Tampilkan postingan dengan label FPI News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPI News. Tampilkan semua postingan

Habib Rizieq: Gimana Mau Lapor, 3 Kali Posko Fpi Dilempar Molotov Tak Pernah Diproses

Habib Rizieq: Gimana Mau Lapor, 3 Kali Posko FPI Dilempar Molotov Tak Pernah Diproses


– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan kekecewaannya kepada pegawapemerintah kepolisian yang hingga ketika ini tidak memproses pelaku pelempar bom molotof kepada tiga posko FPI.

Hal ini disampaikan Habib Rizieq dalam menanggapi adanya dugaan penembakan sniper handal kepada dirinya yang tidak dilaporkan kepada pegawapemerintah kepolisian. Habib Rizieq mengaku sengaja merahasiakan penembakan sniper kepada dirinya tersebut

“Sebulan yang lalau ada penembakan tersebut sengaja saya rahasiakan, sengaja saya diamkan. Kenapa tidak lapor polisi? Gimana mau lapor, tiga posko FPI dibom molotov hingga sekarng pelakunya tidak pernah diperiksa, tidak pernah ditangkap,” ujar Habib Rizieq.

Pernyataan Habib Rizieq tersebut merupakan rekaman video dan diposting salah seorang pengguna Twitter dengan akun @Spardaxyz. Video ini berdurasi 2 menit 14 detik.

Selain berbicara penembakan sniper kepada dirinya dan tiga posko FPI yang dilempar bom molotov, dalam video itu Habib Rizieq juga memberikan wacana tidak diprosesnya ledakan bom yang menjadikan sebuah kendaraan beroda empat terbakar ketika dirinya mengisi program tablig akbar di Cawang beberapa bulan lalu.

“Kemudian saya dalam tabligh akbar ada bom kendaraan beroda empat yang diledakkan dan ada 2 kendaraan beroda empat lagi bomnya tidak meledak dan tidak diproses hingga sekarang,” pungkas Habib Rizieq.
Source:
Kunjungi website

Jika Fpi Dan Hti Melanggar Hukum, Tegakkan, Bukan Menuduh Meraka Anti Bhineka Intoleran

Jika FPI dan HTI Melanggar Hukum, Tegakkan, Bukan Menuduh Meraka Anti Bhineka & Intoleran



JAKARTA - Mantan Anggota dewan perwakilan rakyat RI, Muhammad Said Didu menghimbau biar masyarakat dan golongan tertentu tidak mendiskreditkan suatu golongan lainnya atau “memainkannya” kalau ada perbedaan di dalamnya dengan sebutan anti bhineka dan intoleran. Menurutnya hal itu tidak wajar, apalagi yang dituduh itu sekelompok yang berisikan umat Islam.

“Kalau HTI dan FPI melaanggar hukum, ya tegakkan. Bukan menuduh seakan umat yang beda yaitu anti bhineka dan intoleran,” katanya, melalui akun Twitter langsung miliknya.


Said berharap kepada siapapun, terlebih kepada awak media massa untuk tidak melaksanakan hal yang sama. Dan sebaiknyaa justru dengan mencegah masuknya memecah-belah antar anak bangsa.

Ia mengingatkan bahwa isu-isu di atas tersebut malah akan menjadi ketakutan tersendiri antar kalangan.“Berharap media tidak ikut melaksanakan provokasi seakn umat Islam yaitu anti bhineka dan intoleran.

Rakyat bawah sudah resah. Mari damai.”

Sebetulnya, soal bhineka dan toleransi Indonesi sudah selesai. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi. Namun belakangan ini nampak ada yang sengaja memainkan info tersebut dengan di antaranya membidik kaum tertentu dan sebaliknya mendukung kaum tertentu.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!
Source: voa-islam

Jika Fpi Dan Hti Melanggar Hukum, Tegakkan, Bukan Menuduh Meraka Anti Bhineka Intoleran

Jika FPI dan HTI Melanggar Hukum, Tegakkan, Bukan Menuduh Meraka Anti Bhineka & Intoleran



JAKARTA - Mantan Anggota dewan perwakilan rakyat RI, Muhammad Said Didu menghimbau biar masyarakat dan golongan tertentu tidak mendiskreditkan suatu golongan lainnya atau “memainkannya” kalau ada perbedaan di dalamnya dengan sebutan anti bhineka dan intoleran. Menurutnya hal itu tidak wajar, apalagi yang dituduh itu sekelompok yang berisikan umat Islam.

“Kalau HTI dan FPI melaanggar hukum, ya tegakkan. Bukan menuduh seakan umat yang beda yaitu anti bhineka dan intoleran,” katanya, melalui akun Twitter langsung miliknya.


Said berharap kepada siapapun, terlebih kepada awak media massa untuk tidak melaksanakan hal yang sama. Dan sebaiknyaa justru dengan mencegah masuknya memecah-belah antar anak bangsa.

Ia mengingatkan bahwa isu-isu di atas tersebut malah akan menjadi ketakutan tersendiri antar kalangan.“Berharap media tidak ikut melaksanakan provokasi seakn umat Islam yaitu anti bhineka dan intoleran.

Rakyat bawah sudah resah. Mari damai.”

Sebetulnya, soal bhineka dan toleransi Indonesi sudah selesai. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi. Namun belakangan ini nampak ada yang sengaja memainkan info tersebut dengan di antaranya membidik kaum tertentu dan sebaliknya mendukung kaum tertentu.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!
Source: voa-islam

Ipw Tantang Densus88 Usut Teror Bom Cawang

IPW Tantang Densus88 Usut Teror Bom Cawang

JAKARTA, - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak, Polisi Republik Indonesia harus mengerahkan Densus 88 untuk memburu pelaku dan pemilik kendaraan beroda empat yang sempat meledak dan terbakar itu dikala ada program Tabligh Akbar di daerah Cawang, Jakarta Timur. Sebab, sampai sekarang Polda Metro Jaya terkesan tak serius mengungkap kasus bom kendaraan beroda empat yang gagal meledak itu.

Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane mengatakan, agresi teror bom kendaraan beroda empat yang gagal di Cawang itu dilakukan teroris dengan tingkat kesadisan yang luar biasa. Mobil tanpa pelat nopol itu diisi dengan sejumlah dirigen berisi bensin, dibakar, dan dibiarkan berjalan menuju massa yang sedang melaksanakan pengajian.

“Beruntung, manuver kendaraan beroda empat itu berhasil digagalkan, bila tidak tentu banyak massa yang jadi korban. Densus 88 harus menilik secara serius, apakah agresi teror ini dilakukan kelompok usang atau kelompok baru,” ungkapnya sebagaimana yang dikutip dari Sindonews, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, bila dicermati agresi teror selama ini, kelompok usang tak pernah melaksanakan teror dengan memakai kendaraan beroda empat berisi dirigen bensin, kemudian dibakar dan dibiarkan berjalan ke arah massa untuk diledakkan. Selama ini, kelompok usang memakai kendaraan beroda empat untuk bom bunuh diri atau bom kendaraan beroda empat ibarat di Bali.

“Bom kendaraan beroda empat Cawang merupakan modus gres dalam sejarah terorisme di negeri ini. Sepertinya ada kelompok teror gres yang hendak membuat bom molotov raksasa di Cawang,” tuturnya.

Maka itu, beber Neta, Densus 88 harus memburu kelompok tersebut. Bila tidak, dikhawatirkan modus bom kendaraan beroda empat molotov raksasa ini akan menjadi tren yang diikuti kelompok-kelompok lain untuk membuat kekacauan di tengah tengah massa.

Neta menerangkan, Densus 88 dipastikan akan dapat memburu pelaku dan pemilik kendaraan beroda empat tersebut dengan melihat nomor casis kendaraan beroda empat yang terbakar itu. Cara itu pernah dilakukan Polisi Republik Indonesia dikala memburu pelaku Bom Bali I. Kasus bom kendaraan beroda empat molotov raksasa ini harus segera diungkap motifnya, apakah ingin membuat teror atau ingin memprovokasi umat Islam yang sedang melaksanakan pengajian.

“IPW menyayangkan Polda Metro Jaya terkesan lamban mengungkap kasus ini alasannya yaitu dikhawatirkan modusnya dapat ditiru kelompok teror lain, mereka tak perlu memakai materi peledak, cukup bawa puluhan dirigen bensin dan masukkan ke dalam mobil, kendaraan beroda empat dibakar dan niscaya menjadikan ledakan besar. Inilah yang perlu diantisipasi Polisi Republik Indonesia semoga kasus serupa tidak terulang,” katanya
Source: muslimdaily.net

Habib Rizieq Bagikan Amunisi Di Masjid Sunan Ampel, Ini Amunisinya

Ada hal menarik yang tak biasa terjadi dalam ceramah-ceramah Habib Rizieq. Saat berceramah di Masjid Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/4/2017) malam, Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI itu membagikan amunisi.
“Sebelum saya akhiri, Saudara, saya akan membagikan satu amunisi untuk Anda semua,” kata Habib Rizieq.
Imam Besar FPI itu pun kemudian membacakan firman Allah:
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا
Janganlah kau berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kau menderita kesakitan, maka bahwasanya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kau rasakan, sedang kau mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan… (QS. An Nisa’: 104)
“Luar biasa ayat ini, Saudara” seru Habib Rizieq. “Apa yang Allah katakan dalam ayat ini? Hai orang beriman, hai orang Islam, la tahinu, jangan merasa lemah. Jangan kau merasa tidak berdaya. Jangan kau merasa tidak kuasa tidak kuat. Fibtigha’il qoum, di dalam mengejar dan menghadapi musuh-musuhmu.”
Lebih lanjut Habibe Rizieq menjelaskan bahwa melalui ayat ini Allah membongkar diam-diam musuh. Yakni jikalau umat Islam merasa sakit ketika melawan musuh, musuh-musuh Islam juga merasa sakit. Bahkan umat Islam masih punya cita-cita sanggup ridha Allah dan nirwana Allah, sedangkan musuh-musuh Islam tidak punya cita-cita sama sekali.
“Allah memberi tahu, kalau kita sakit melawan musuh, musuh lebih sakit dari kita. Kita pusing, musuh lebih pusing. Kita pusing mikir musuh, musuh lebih pusing lagi. Kadang-kadang kita bergetar sedikit takut kepada musuh, musuh lebih takut dari kita, hingga terkencing-kencing,” kata Habib Rizieq disambut tawa jamaah. 
source:eramuslim.com/

Takbiirr..!! Kuasa Aturan Habib Rizieq Mengaku Dihubungi Protokoler Arab Saudi

Takbiirr..!! Kuasa Hukum Habib Rizieq Mengaku Dihubungi Protokoler Arab Saudi

Takbiirr..!! Kuasa Hukum Habib Rizieq Mengaku Dihubungi Protokoler Arab Saudi

JAKARTA - Kesempatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dalam kunjungannya ke Indonesia belum dapat dipastikan. Namun, pihak Kerajaan Arab Saudi sudah berkomunikasi dengan kuasa aturan Habib Rizieq Shihab.

Kapitra Ampera selaku kuasa aturan Habib Rizieq Shihab menyampaikan rencana dirinya bertemu dengan raja Arab Saudi bersifat pribadi. Namun, dirinya belum dapat memastikan kapan waktunya pertemuan itu dilaksanakan.

"Jadi, belum usang saya dihubungi bab protokoler Pangeran Arab Saudi. Katanya Raja mau bertemu dengan saya empat mata," ujar Kapitra saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (24/2/2017).

Dia menuturkan, pihak protokoler belum mengungkapkan kegiatan yang disampaikan dalam pertemuan nanti. Dia yakin, ada hal penting yang ingin disampaikan orang sangat besar lengan berkuasa di Arab Saudi itu.

Sementara menyangkut kabar mengenai bertemu juga dengan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, suatu yang sangat positif kalau kabar itu menjadi kenyataan mengingat Salman bin Abdulaziz yakni pemimpin umat muslim di Arab Saudi.

"Kalau benar ya manis sekali," ucapnya.

Source: islamrahmatan

Tifatul: Agresi 112 Soal Penistaan Agama Bukan Politik

Tifatul: Aksi 112 Soal Penistaan Agama Bukan Politik


JAKARTA -Anggota Legislatif Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Tifatul Sembiring menilai  Zikir Nasional Aksi 112 yaitu acara kasatmata tidak terkait motif politik Pilkada, tetapi terkait soal penistaan agama, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

"Ini sudah lintas provinsi dan pula, jadi bukan soal Pilkada. Pemerintah perlu memahami ini, perasaan umat Islam yang tersinggung. Tidak perlu dengan pendekatan-pendekatan kekerasan atau represif," katanya kepada voa-islam.com, di silang Monas, Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Bila dibutuhkan, lanjut Tifatul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengupayakan obrolan penyelesaian konflik ketegangan antar anak bangsa.

"Bila perlu Presiden menggelar rekonsiliasi nasional, jangan terkesan berpihak, jika terkesan berpihak akan memanaskan situasi kembali," terang mantan Menteri Komunikasi dan Informasi itu.

Tifatul juga menilai larangan kepolisian terhadap Aksi 112 di jalan raya tidak tepat, alasannya berbenturan dengan prinsip hak azasi kebebasan berbicara. 

"Kita freedom of speech, kebebasan berbicara selama tidak melanggar undang-undang," ucap mantan Presiden PKS tersebut.

Kendati demikian, beliau setuju bahwa acara di masjid tidak perlu membahas atau menyinggung kandidat Cagub atau Cawagub. Tetapi, tidak duduk masalah jika membahas gosip yang berkembanh menyerupai upaya kriminalisasi terhadap ulama.

"Pilkada cukuplah di luar masjid. Kalau bahas duduk masalah kriminalisasi tidak masalah, menyerupai yang menimpa ustadz Bachtiar Nasir, diobok-obok pajaknya. Padahal, ustadz ini bukan bussinessman hingga diusut-usut pajaknya, kecuali beliau konglomerat," tandasnya.

Dalam, kesempatan itu, Tifatul ikut berpartisipasi Aksi 112 dengan berjalan kaki menuju Masjid Istiqlal. * /voa-islam

Sebarkan informasi ini, biar menjadi amal sholeh kita!