Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan

Cara Akal Daya Burung Walet Gampang Dan Simpel 100% Berhasil

 Walet yaitu salah satu jenis burung sangat istimewa. Liur burung walet atau sering disebut sarang burung walet berharga mahal. Banyak gedung walet dibangun untuk tempat bersarang burung walet. Banyak orang tertarik budidaya walet. Mereka berharap sanggup hasil melimpah dengan panen sarang walet. Sarang walet yaitu komoditas ekspor.






PERSYARATAN LOKASI


Persyaratan lingkungan lokasi sangkar adalah:


1) Dataran rendah dgn ketinggian maksimum 1000 m dpl.
2) Daerah yg jauh dr jangkauan efek kemajuan teknologi & perkembangan masyarakat.
3) Daerah yg jauh dr gangguan burung-burung buas pemakan daging.
4) Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan kawasan yg paling tepat.


PEDOMAN BUDIDAYA WALET :


Penyiapan Sarana & Peralatan


Suhu, Kelembaban & Penerangan


Gedung untuk sangkar walet harus mempunyai suhu, kelembaban & penerangan yg menyerupai dgn gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C & kelembaban 80-95 %.


Pengaturan kondisi suhu & kelembaban dilakukan dengan:


a. Melapisi plafon dgn sekam setebal 20 cm
b. M’buat saluran-saluran air atau bak dlm gedung.
c. Menggunakan ventilasi dr pipa bentuk “L” yg berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm
d. Menutup rapat pintu, jendela & lubang yg tdk terpakai.
e. Pd lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yg berbentuk corong dr goni atau kain berwarna hitam shg keadaan dlm gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.


Bentuk & Konstruksi Gedung :


Umumnya, rumah walet menyerupai bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dr 10×15 m2 hingga 10×20 m2. Makin tinggi wuwungan (bubungan) & semakin besar jarak antara wuwungan & plafon, makin baik rumah walet & lebih disukai burung walet. Rumah tdk boleh tertutup oleh pepohonan tinggi.
Tembok gedung dibentuk dr dinding berplester sedangkan penggalan luar dr adonan semen. Bagian dlm tembok sebaiknya dibentuk dr adonan pasir, kapur & semen dgn perbandingan 3:2:1 yg sgt baik utk mengendalikan suhu & kelembaban udara. Utk mengurangi basi semen dpt disirami air setiap hari.
Kerangka atap & sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibentuk dr kayu- kayu yg kuat, bau tanah & tahan lama, awet, tdk gampang dimakan rengat.


Atapnya Terbuat Dari Genting :


Gedung walet perlu dilengkapi dgn roving room sebagai tempat berputar-putar & resting room sebagai tempat utk beristirahat & bersarang.
Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20×20 atau 20×35 cm2 dibentuk di penggalan atas. Jumlah lubang tergantung pd kebutuhan & kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur & dinding lubang dicat hitam.


Pembibitan :


Umumnya para peternak burung walet melaksanakan dgn tdk sengaja. Banyaknya burung walet yg mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Utk memancing burung biar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yg berisi rekaman bunyi burung Walet. Ada juga yg melaksanakan penumpukan jerami yg menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai materi masakan burung walet.


1) Pemilihan Bibit & Calon Induk


Sebagai induk walet dipilih burung sriti yg diusahakan biar mau bersarang di dlm gedung baru. Cara utk memancing burung sriti biar masuk dlm gedung gres tersebut dgn memakai kaset rekaman dr wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pd jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.


2) Perawatan Bibit & Calon Induk


Di dlm perjuangan budidaya walet, perlu disiapkan telur walet utk ditetaskan pd sarang burung sriti. Telur dpt diperoleh dr pemilik gedung walet yg sedang melaksanakan “panen cara buang telur”. Panen ini dilaksanakan stlh burung walet m’buat sarang & bertelur dua butir. Telur walet diambil & dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yg dibuang dlm panen ini dpt dimanfaatkan utk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.


a. Memilih Telur Walet


Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
Merah muda, telur yg gres keluar dr kloaka induk berumur 0–5 hari.
Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.
Telur walet berbentuk bundar panjang, ukuran 2,014×1,353 cm dgn berat 1,97 gram. Ciri telur yg baik harus kelihatan segar & tdk boleh menginap kecuali dlm mesin tetas. Telur tetas yg baik mempunyai kantung udara yg relatif kecil. Stabil & tdk bergeser dr tempatnya.
Letak kuning telur harus ada ditengah & tdk bergerak-gerak, tdk ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dgn peneropongan.


b. Membawa Telur Walet


Telur yg didpt dr tempat yg jaraknya bersahabat dpt berupa telur yg masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dr jarak jauh, sebaiknya berupa telur yg sdh mendekati menetas.


Telur disusun dlm spon yg berlubang dgn diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dlm keranjang plastik berlubang kemudian ditutup.
Guncangan kendaraan & AC yg terlalu hambar dpt menimbulkan telur mati. Telur muda mempunyai angka tamat hidup hampir 80% sedangkan telur bau tanah lebih rendah.


3) Penetasan Telur Walet


a. Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.


Pada ketika demam isu bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti dgn telur walet. Pengambilan telur harus dgn sendok plastik atau kertas tisue utk menghindr kerusakan & pencemaran telur yg dpt menimbulkan burung sriti tdk mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pd siang hari ketika burung sriti keluar gedung mencari makan.


Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung sriti & sehabis menetas akan diasuh hingga burung walet dpt terbang serta mencari makan.


b. Menetaskan telur walet pada mesin penetas


Suhu mesin penetas sekitar 400 C dgn kelembaban 70%. Utk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dgn menempatkan piring atau cawan berisi air di penggalan bawah rak telur. Diusahakan biar air didlm cawan tersebut tdk habis.


Telur-telur dimasukan ke dlm rak telur secara merata atau mendata & jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dgn hati-hati utk menghindr kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yg kosong & yg embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya sanggup terlihat pd penggalan tengah telur terdpt lingkaran darah yg gelap. Sedangkan telur yg embrionya hidup akan terlihat menyerupai sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan hingga hari ke-12.
Selama penetasan mesin tdk boleh dibuka kecuali utk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15 hari telur akan menetas.


PEMELIHARAAN :


1) Perawatan Ternak


Anak burung walet yg gres menetas tdk berbulu & sgt lemah. Anak walet yg belum bisa makan sendir perlu disuapi dgn telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yg stabil & intensif shg tdk perlu dikeluarkan dr mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dgn cara membuka lubang udara mesin.


Setelah berumur 10 hari ketika bulu-bulu sdh tumbuh anak walet dipindahkan ke dlm kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dgn alat pemanas yg diletakan ditengah atau pojok kotak.


Setelah berumur 43 hari, bawah umur walet yg sdh siap terbang dibawa ke gedung pd malam hari, kemudian dletakan dlm rak utk pelepasan.
Tinggi rak minimal 2 m dr lantai. Dgn ketinggian ini, anak waket akan dpt terbang pd keesokan harinya & mengikuti cara terbang walet dewasa.


2) Sumber Pakan


Burung walet merupakan burung liar yg mencari makan sendiri. Makanannya yaitu serangga-serangga kecil yg ada di kawasan pesawahan, tanah terbuka, hutan & pantai/perairan. Utk mendapat sarang walet yg memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan masakan perhiasan terutama utk demam isu kemarau. Beberapa cara utk mengasilkan serangga adalah:


a. Menanam tanaman dgn tumpang sari.
b. Budidaya serangga yaitu kutu gaplek & nyamuk.
c. Membuat bak dipekarangan rumah walet.
d. Menumpuk buah-buah basi di pekarangan rumah.


3) Pemeliharaan Kandang


Apabila gedung sdh usang dihuni oleh walet, kotoran yg menumpuk di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tdk dibuang tetapi dimasukan dlm karung & disimpan di gedung.


HAMA & PENYAKIT :


1) Tikus


Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan bunyi gaduh & kotoran serta air kencingnya dpt menimbulkan suhu yg tdk nyaman. Cara pencegahan tikus dgn menutup semua lubang, tdk menimbun barang bekas & kayu-kayu yg akan digunakan utk sarang tikus.


2) Semut


Semut api & semut gatal memakan anak walet & mengganggu burung walet yg sedang bertelur. Cara pemberantasan dgn memberi umpan biar semut-semut yg ada di luar sarang mengerumuninya. Stlh itu semut disiram dgn air panas.


3) Kecoa


Binatang ini memakan sarang burung shg tubuhnya cacat, kecil & tdk sempurna. Cara pemberantasan dgn menyemprot insektisida, menjaga kebersihan & membuang barang yg tdk diharapkan dibuang biar tdk menjadi tempat persembunyian.


4) Cicak & Tokek


Binatang ini memakan telur & sarang walet. Tokek dpt memakan anak burung walet. Kotorannya dpt mencemari raungan & suhu yg ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dgn diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dgn m’buat susukan air di sekitar pagar utk penghalang, tembok penggalan luar dibentuk licin & dicat & lubang-lubang yg tdk digunakan ditutup.


PANEN :


Sarang burung walet dpt diambil atau dipanen apabila keadaannya sdh memungkinkan utk dipetik. Utk melaksanakan pemetikan perlu cara & ketentuan tertentu biar hasil yg diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yg baik. Jika terjadi kesalahan dlm menanen akan berakibat fatal bagi gedung & burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu & pindah tempat. Utk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola & waktu pemanenan.
Pola panen sarang burung dpt dilakukan oleh pengelola gedung walet dgn beberapa cara, yaitu:


1) Panen rampasan


Cara ini dilaksanakan stlh sarang siap digunakan utk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung walet anggun & total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tdk baik dlm pelestaraian burung walet alasannya tdk ada peremajaan.
Kondisinya lemah alasannya dipicu utk terus menerus m’buat sarang shg tdk ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil & tipis alasannya produksi air liur tdk bisa mengimbangi pemacuan waktu utk m’buat sarang & bertelur.


2) Panen Buang Telur


Cara ini dilaksanankan stlh burung m’buat sarang & bertelur dua butir. Telur diambil & dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dlm setahun dpt dilakukan panen hingga 4 kali & mutu sarang yg dihasilkan pun baik alasannya tepat & tebal.
Adapun kelemahannya yakni, tdk ada kesempatan bagi walet utk menetaskan telurnya.


3) Panen Penetasan


Pd pola ini sarang dpt dipanen ketika bawah umur walet menetas & sdh bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah alasannya sdh mulai rusak & dicemari oleh kotorannya. Sedangkan manfaatnya yaitu burung walet dpt berkembang biak dgn hening & kondusif shg polulasi burung dpt meningkat.


Adapun waktu panen adalah:


a) Panen 4 kali setahun


Panen ini dilakukan apabila walet sdh kerasan dgn rumah yg dihuni & tlah padat populasinya. Cara yg digunakan yaitu panen pertama dilakukan dgn pola panen rampasan. Sedangkan utk panen selanjutnya dgn pola buang telur.


b) Panen 3 kali setahun


Frekuensi panen ini sgt baik utk gedung walet yg sdh berjalan & masih memerlukan penambahan populasi. Cara yg digunakan yaitu, panen tetasan utk panen pertama & selanjutnya dgn pola rampasan & buang telur.


c) Panen 2 kali setahun


Cara panen ini dilakukan pd awal pengelolaan, alasannya tujuannya utk memperbanyak populasi burung walet.


PASCAPANEN :


Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pencucian & penyortiran dr hasil yg didapat. Hasil panen dibersihkan dr kotoran- kotoran yg menempel yg kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yg higienis dgn yg kotor.

source: here

Cara Budidaya Ikan Lele 100% Gampang Dan Mudah Di Bak Terpal Lengkap

Cara Budidaya Ikan Lele 100% Mudah dan Mudah di Kolam Terpal 

 – Sangat menarik bagi petani alasannya yaitu pasar terus. berkembang Pemerintah juga secara garang memperlihatkan pertolongan melalui penelitian dan kampanye unggul benih lele. Sehingga aneka macam sentra muncul dari budidaya ikan lele di sejumlah daerah. Untuk mendapat manfaat maksimal, budidaya ikan lele tidak sanggup dilakukan hanya aktivitas subsisten saja.
Lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar tinggi dan rasio terhadap pertumbuhan yang baik. Dan ternyata lele juga memiliki segudang manfaat ikan lele untuk kesehatan badan kita. Bagi para penggila pancing ikan resep umpan mancing ikan lele yang manis juga sanggup menjadi penentu hasil ikan pancingan simak : resep umpan mancing ikan lele sebagai acuan anda.

here

Cara Gampang Dan Mudah Budidaya Ikan Cupang Terbaru

HARI 1


1. Siapkan wadah menyerupai dibawah ini

 
2. Isi dengan air dgn ketinggian sekitar 8-12cm



3. Isi dengan flora air menyerupai eceng gondok, daun ketapang, atau flora lainnya (gunanya untuk menampung busa yg dikeluarkan pejantan semoga tidak simpel hancur 


4. Pilih Induk Cupang Jantan dan Induk cupang betinanya



Syarat induk cupang untuk budidaya:

Betina dihentikan memiliki tubuh yg jauh lebih besar daripada jantan
Betina dihentikan lebih galak daripada jantan
Kalau sanggup perkimpoian jantan dan betina yg setipe. serit >< serit , Halfmoon><Halfmoon, dst
Siapkan daun ketapang atau cairan penyembuh luka (yg warna kuing) alasannya sehabis proses perkembangbiakan terjadi , tubuh dari betina banyak yg rontok akhir perkelahian dgn jantan sebelum dibuahiCiri-ciri cupang pejantan yang siap berkembangbiak :



Sudah cukup umur
Mengumpulkan busa busa yang cukup banyak (bukan merupakan syarat mutlak, terkadang ada yg tidak mengluarkan busa sama sekali, tapi giliran disatukan dengan betina , beliau gres mengeluarkan busa)
Badan harus lebih besar dan harus lebih galak daripada betina
Ada menyerupai telur berwarna putih yang mao keluar dari susukan pembuangannnya(
Perut rada buncit (pls dibedakan yg buncit alasannya masakan atau buncit emang sudah waktunya berkembang biak) caranya gampang, lihat perut betina nya pagi hari sebelum diberi makan
Dan tentu sudah memasuki umur yg pas untuk proses perkembangbiakan
5.Masukan jantan ke wadah perkembangbiakan


6.Nah disini betina jangan dimasukan (digabung) langsung, biarkan betina dan jantan saling mengenal dan melihat terlebih dahulu. Gunanya semoga si jantan menyiapkan busa yang cukup untuk menampung telur2nya. 




7.Cara ke 7 ini perlu dilakukan alasannya kawasan saya meletakan wadah ini sangat sering terkena getaran dan sering terkena angin, jadi dgn adanya epilog maka akan memperkecil persentase pecahnya busa yg nanti akan dipakai untuk kawasan meletakan telur
Nah hingga tahap ini, kita tunggu 1-2 hari, biasanya sih saya hanya menunggu 1 hari sudah terlihat kumpulan busa yg cukup untuk menampung telur (tergantung pejantannya)


HARI 2



8.Perhatikan busa nya, apabila busa sudah banyak, brarti sudah siap kimpoi, ini ada contoh2 busa yg sudah terkumpul dan siap buat berkembangbiak







9.Angkat betina nya, dan gabungkan dengan pejantan(hati2 pada waktu mengangkat toples dari wadah, pelan2 supaya busa tidak terlalu banyak yg pecah






10.Biarkan sekitar 1jam - 12 jam pejantan dan betinanya saling mengenal, tergantung kecocokan dari pasangannya, biasanya saya menunggu selama kurang lebih 1-2 hari sebelum proses kimpoi terjadi.Nah kerusakan sirip dari betina biasa terjadi pada dikala ini

HARI 3
11.proses kimpoi (perkembangbiakan) kurang lebih menyerupai di gambar. Pejantan melilit tubuh betina, dan masing2 saling melengkungkan tubuhnya. Ketika final betina akan mengeluarkan telur, dan pejantan eksklusif mengambil telur2 tersebut dengan cara meletakan di dalam mulutnya, dan dibawa naik kemudian telur2 tersebut dimuntahkan ke busa busa diatas






12.Perhatikan telurnya, biasanya di bawah busa dan berwarna putih, jikalau tidak yakin, gunakanlah flashlight(senter).

13.Si pejantan akan menjaga telurnya, dan akan mengangkut telur yg jatuh ke dasar aqua, perhatikan gambar dan pada dikala ini biasanya betina akan pergi menjauh

14. Apabila pejantan sudah tidak kimpoi lagi dan sudah cenderung mengejar2 betina utk dihantam, bersiap pindahkan betina. Siapkan wadah utk mengembalikan betina, isi dengan daun ketapang atau cairan kuning penyembuh luka (biasanya melafix)

HARI 5
15.Telur mulai pecah dan akan menghasilkan burayak-burayak yg gres berumur 1 hari. JANGAN ANGKAT PEJANTANNYA PADA SAAT INI. Pada hari ini burayak belum sanggup berenang secara bebas, malah terkadang sering sekali terjatuh ke dasar permukaan dan tidak sanggup mengambil udara di atas, disini lah guna sang bapak, pejantan akan membantu burayak utk naik ke atas. Disini burayak hanya terlihat menyerupai titik hitam kecil yg gaya berenangnnya hanya naik dan turun. sehabis lebih dari tiga hari menetas, biasanya bayi cupang akan mencari makan. ini sanggup dilihat ketika kita menjatuhkan sesuatu yg halus ke wadah ikan, bayi2 ikan itu akan mematuknya, mereka mengetes apakah yg gres masuk itu sanggup dimakan apa ngak. masakan yg paling baik untuk bayi cupang yaitu bayi kutu air. namun ini bukan benda yg simpel dicari. sudah gitu sedikit repot lagi.Anda sanggup memebari masakan pelet untuk burayak atau masakan alami burayak yakni "Microworm" untuk kultur sanggup contack 0821 7855 9991

HARI 6
16.Burayak sudah sanggup berenang bebas di hari ke enam ini, tetap jangan angkat pejantannya hingga burayak umur 2 ahad ke atas (dalam beberapa kasus, saya dan beberapa teman2 di kaskus sanggup tahan pejantannya sampe umur burayak 2-3bulan, selama pejantannya tidak berangasan makanin anak2nya). Maap ga terlalu jelas, alasannya cuman pake kamera hp, perhatikan saja yg titik2 hitam
source: here

Cara Budidaya Belut 100% Berhasil Dan Mudah



Langkah-langkah Mudah Budidaya Belut
1. Persiapan Awal

– Peralatan
Tong atau drum ( Usahakan berbahan dasar dari plastik sehingga lebih mudah untuk dimodifikasi, ringan dan mudah untuk dipindahkan )
Paralon
Kawat Kasa
Tandon sebagai penampung air
Ember, cangkul, bejana dan jerigen.

– Pembuatan Media Tumbuh Belut dalam Tong / Drum

Pastikan kondisi tong/drum tidak bocor dan berkarat, kalau tong.drum terbuat dari besi atau alumunium alangkah baiknya untuk dibersihkan dulu dari karatan dan lakukan pengecatan untuk menjaga kondisi kebersihan tong, diamkan tong yang telah dicat hingga kering dan tidak berbau

Cara Memodifikasi Tong Untuk Budidaya Belut
Tempatkanlah tong pada posisi tanah yang datar.
Buka sisi tengan drum serta sisakan 5 cm di bab segi kiri serta kanan.
Gunakan alat pengganjal drum supaya drum tidak tegelinding dan tetap stabil tidak goyang
Buatlah susukan pembuangan air, supaya sanggup dengan mudah untuk melaksanakan pencucian dan pergantian air
Jangan lupa untuk menciptakan peneduh tong, supaya kondisinya lebih teduh dan intensitas cahaya matahari yang masuk tidak terlampu tinggi. Bahan ini sanggup di buat dengan net atau mungkin waring serta sanggup pun di buat dengan beberapa materi yang lebih simpel yang lain.ilustasi – modifikasi drum untuk budidaya belut
2. Media Tanah

Tentunya kita perlu untuk menyiapkan media tanah untuk daerah tinggal belut, alasannya belut sendiri menyukai kondisi daerah yang becek menyerupai habitat aslinya di persawahan maupun di kolam tanah.

Berikut ini kompisisi Media Tanah untuk budidaya belut
Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
Masukkan air hingga tanah becek tetapi tak menggenang.
Masukkan EM 4 sejumlah 4 botol kedalam tong ( Anda sanggup dengan mudah membeli EM4 di toko pertanian )
Aduk tanah 2 kali dalam satu hari hingga tanah jadi lembut serta gembur.

Catatan Penting ! Jika Anda sudah memakai materi baku tanah yang diambil eksklusif dari persawahan, Anda tidak perlu melaksanakan lang-langkah menyerupai beliau atas.
3. Media Instan Bokashi

Media ini digunakan untuk adonan media tanah yang sudah Anda siapkan menyerupai di atas. Media Bokhasi penting untuk materi kombinasi atau adonan dengan media tanah untuk menghasilkan media tumbuh belut yang lebih sehat. Penggunaan 100 kilo materi akan menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk setiap tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut:
Jerami padi (40 %)
Pupuk Kandang (30 %)
Bekatul (20 %)
Potongan batang pisang (10 %)

Bahan dan campurannya terdiri atas :
EM4
Air Sumur
Larutan 250 gr gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.

Langkah pembuatan media instan bokashi dikerjakan menyerupai berikut :
Cacah jerami serta kepingan batang pisang lalu keringkan. Bahan yang telah kering sanggup hancur dikala kita genggam.
Campur materi cacahan di atas dengan materi pokok yang lain serta aduk hingga rata.
Campurkanlah materi ini sedikit-sedikit namun jangan hingga sepenuhnya basah
Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Anda perlu membolak-balik adonan tersebut supaya tidak mengalami pembusukan
4. Mencampurkan Media Tanah dan Media Bokashi

Untuk mencapur media tanah serta media bokashi sanggup dikerjakan dengan tahapan-tahapan menyerupai berikut :
Masukkan media Bokashi kedalam tong serta aduk hingga rata.
Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm serta diamkanlah hingga ada plankton atau mungkin cacing (seputar 1 minggu) sepanjang sistem ini berjalan tong tak perlu ditutup.
Mengeluarkan air dari tong serta ubah dengan air gres dengan ketinggian yang sama.
Masukkkan tumbuhan air yg tidak terlampau besar sejumlah 3/4 sisi serta ikan-ikan kecil.
Masukkan vetsin seperlunya juga sebagai perangsang nafsu makan belut serta diamkan sepanjang 2 hari.

Dalam hal ini yang perlu diperhatikan yakni ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.
5. Masukkan bibit belut

Sesudah semua media budidaya di atas disiapkan, maka bab setelah itu yaitu membuatkan bibit belut. Bibit yang ditebar baiknya sejumlah 2 kg atau mungkin dengan jumlah bibit sejumlah 160-200 ekor.
6. Perawatan Belut

Perawatan belut yang dibudidayakan di dalam tong relatif lebih mudah untuk dipantau alasannya ukuran budidaya tergolong relatif kecil. Namun demikian perawatan mesti di perhatikan, salah satunya yaitu :

a. Pemberian Pakan
Sesungguhnya tak ada ketentuan baku wacana volume santunan pakan. Namun baiknya pakan diberikan 5 % dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang didapatkan baiknya terbagi dalam cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, serta cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar di dalam tong. Pemberian pakan baiknya dikerjakan pada sore hari yang menyesuaikan rutinitas yang dilakukan belut dikala ia mencari makan di alam bebas,

b. Pengaturan Air
Pengaturan air amat dibutuhkan untuk membuang bekas masakan supaya tak menumpuk serta mengakibatkan penyakit untuk belut. Pengaturan air ini sanggup dikerjakan dengan cara mengalirkan air higienis kedalam tong. Baiknya air yang masuk berbentuk percikan air, dan hal ini sangat cocok dilakukan dengan memakai pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk susukan pembuangan sanggup dilakukan dengan menciptakan lobang pada tong di ketinggian 8 cm dari genangan air pada media. Selain itu untuk mengatur pembuangan sisa kotoran percikan air juga sangat bermanfaat untuk menambah oksigen.

c. Perawatan Tanaman Air
Tanaman air ini pun digunakan juga sebagai penjaga kelembapan daerah budidaya serta pun melindungi belut dari kepanasan.

d. Pemberian EM4
EM4 berperan untuk menetralkan sisa-sisa pakan. Selain itu berperan untuk kurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali satu hari dengan takaran 1/2 sendok makan yang terutama dicampurkan dalam 1 liter air.

e. Perawatan Di sekitar Lokasi
Perawatan di sekitar tong diharapkan untuk melindungi tong dari kontaminasi lingkungan luar menyerupai binatang pemangsa misalnya ayam, kucing, ular atau lumut yang sanggup menghambat perkembangan belut

4. Pemanenan
Pemanenan belut sanggup dilakukan dikala usia belut menginjak 3–4 bln tergantung dengan impian kita atau menurut ajakan pasar akan ketersediaan belut. Pemanenan untuk media drum/tong pastinya lebih gampang, serta belut hasil budidaya siap di pasarkan.
source: here

Cara Terbaru Ternak Jangkrik Paling Gampang Niscaya Cepat Panen 100%


Cara Terbaru Ternak Jangkrik Paling Praktis Pasti Cepat Panen 100%



Cara Ternak Jangkrik
Di masa yang sudah serba modern ini justru hal kecil ibarat cara ternak Jangkrik semakin di kembangkan dengan tujuan untuk menunjang perekonomian masyarakat dalam menghadapi zaman yang serba canggih dikala ini. Binatang yang besarnya hanya sebiji kurma ini merupakan jenis serangga yang mempunyai sayap dan sanggup mengeluarkan bunyi yang khas (ngerik). Serangga ini juga akan aktif untuk berkelangsungan hidup pada dikala malam hari. Jangkrik berasal dari bahasa latin (Gryllidae) yang dikala ini telah ramai di budidayakan keberadaanya oleh masyarakat di Negara Kita. Alasan utama ternak Jangkrik ialah untuk mendapat penghasilan alasannya hasil panen Jangkrik akan di jual dan di gunakan sebagai sumber pakan binatang peliharaan seperti; burung, ikan hias, musang, garangan, ular, aneka reptil, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Media Hidup Jangkrik Menggunakan TRE (bekas wadah telur)

Dalam cara ternak Jangkrik ini hanya ada beberapa macam jenis Jangkrik yang sanggup di budidayakan ibarat jenis kalung madu, upo, aduan, sliring alam, genggong, gangsir putih. Jenis Jangkrik tersebut memang mempunyai banyak alasan dalam proses pembudidayaanya yang pada notabennya ialah untuk pakan binatang peliharaan. Memang dalam ternak Jangkrik ini juga berbeda-beda caranya, ibarat kalau akan membudidayakan Jangkrik berjenis kalung dan sliring akan berbeda dengan cara ternak Jangkrik aduan alasannya Jangkrik aduan indukannya di ambil dari alam bebas, sedangkan untuk Jangkrik sliring dan kalung madu induk dan bahkan telurnya sudah banyak yang memperjual belikan.


Jika berbicara problem harga telur Jangkrik, telur Jangkrik jenis kalung ialah harga yang paling murah yaitu berkisar antara 200.000 setiap kilonya, sedangkan jenis Jangkrik ibarat sliring,madu,alam harganya mencapai antara 300.000 setiap kilonya.


Seperti pada pokok pembahasan kali ini ialah perihal cara ternak Jangkrikyang akan saya bagikan langkah dan tata cara yang sempurna semoga menghasilkan kualitas panen yang maksimal. Cara budidaya Jangkrik ini juga sangat gampang dan tidak seribet yang kita bayangkan, dan disini Saya juga akan menjelaskan bagaimana teknik pemasaran Jangkrik yang tentunya bagi para pemula belum mengetahui dan supaya bisa dengan gampang melakukannya. Di khususkan untuk para teman Budidaya yang sudah hebat dan berpengalaman juga tidak ada salahnya untuk membaca coretan saya ini dan dipakai sebagai acuan sharing antar sesama peternak Jangkrik. Dalam pelaksanaan cara budidaya Jangkrik tentunya tidak hanya ada satu cara saja, namun banyak metode yang sanggup di gunakan mulai dari metode tradisional hingga dengan modern yang menggunakan bejana dan pasir sebagai media telur Jangkrik, kardus dan triplek sebagai sangkar utama Jangkrik. Tetapi dalam di sini tentunya yang akan kita bahas ialah cara ternak Jangkrik yang paling simpel dan gampang tentunya sudah banyak di lakukan dalam perjuangan ternak Jangkrik skala kecil/rumahan.


Dalam pelaksanaan cara ternak Jangkrik ini yang paling penting dan harus di lakukan terlebih dahulu ialah menentukan lokasi serta mempersiapkan box/kandang yang akan di gunakan untuk proses budidaya Jangkrik. Pemilihan lokasi dan persiapan box/kandang ialah hal utama yang harus di perhatikan, alasannya 2 hal ini sangat penting untuk menunjang hasil tamat ternak Jangkrik yang akan di laksanakan. Makara modal utama semoga berhasilnya perjuangan ternak Jangkrik ialah meliputi 2 hal tadi yaitu, pemilihan lokasi sangkar dan sangkar itu sendiri.


Untuk penentuan lokasi yang akan di gunakan di anjurkan untuk menyebarkan sebuah rumah/gubuk sederhana untuk tempat kandang/box Jangkrik alasannya tentunya hal tersebut di sesuaikan dengan lingkungan hidup Jangkrik yang menyukai tempat yang sepi dan gelap. Selain menyebarkan gubuk/rumah khusus untuk box Jangkrik, sanggup juga memanfaatkan ruangan kosong yang tidak terpakai di dalam rumah. Cara ini tentunya lebih menghemat biaya dan juga lebih gampang dalam penanganannya alasannya berada 1 atap dengan Kita. Memang lokasi ternak Jangkrik sangatlah harus di perhatikan, kenyamanan dan keamanan Jangkrik dari para pemangsa juga harus di perhitungkan.


Hal penting lainnya yang harus di perhatikan sebelum menjalankan perjuangan ternak Jangkrik ialah suhu lingkungan, Jangkrik tidak tahan terhadap suhu dingin, hasilnya akan gampang mati dan tidak sanggup bertumbuh dengan optimal. Jangkrik juga tidak tahan dengan suhu panas, kalau suhu terlalu panas Jangkrik akan gampang mati alasannya kekeringan. Makara dalam menentukan lokasi sangkar Jangkrik ini di setiap tempat selalu berbeda-beda, hal ini berlaku di semua tempat ibarat yogyakarta, magelang, klaten, solo, ambawara, semarang, kudus, kebumen, juwana, jepara, pati, pekalongan, tayu, purwodadi, grobogan, jakarta, bandung, bogor, bekasi, banyuwangi, jember, surabaya, nganjuk, ngawi, mediun, jawa tengah, jawa barat, jawa timur, sematra, kalimantan, jambi, papua, dan masih banyak tempat dan kota lainnya yang tidak bisa saya sebutkan kesemuanya. Yang terang dalam pemilihan lokasi di semua tempat niscaya berbeda, semua ini di karenakan suhu yang berbeda, Jangkrik menyukai suhu yang tidak panas dan dingin, kalau lokasi sangkar ibarat ini maka pertumbuhan Jangkrik akan optimal dan juga janjkematian tidak terjadi. Makara untuk membuat sangkar yang nyaman, berilah busa yang di basahi dengan air untuk tempat yang bersuhu panas, dan berikan penghangat dari lampu bohlam 5W untuk tempat yang bersuhu dingin, cara ternak Jangkrik ibarat ini cukup efektif.


Setelah penentuan lokasi untuk penempatan yang nyaman dan kondusif untuk box/kandang Jangkrik, selanjutnya ialah membuat box tersebut dengan materi ibarat triplex,kayu, kardus, bambu, atau aluminium. Bahan tersebut di gunakan untuk membuat box/kandang Jangkrik dengan ukuran yang menyesuaikan lokasi ruangan kandang. Setelah box/kandang untuk perjuangan ternak Jangkrik sudah jadi, selanjutnya ialah mempersiapkan media yang nantinya untuk kenyamanan proses kelangsungan hidup Jangkrik di dalam kandang. Media ini sanggup menggunakan TRE (bekas wadah telur), TRE sanggup di beli di toko atau tengkulak telur tentunya dengan harga yang sangat murah. Media juga sanggup mengunakan dedaunan kering ibarat daun tebu kering, daun pisang kering, dan daun-daun kering lainnya yang di sukai Jangkrik ibarat di dalam bebas.


Media untuk kelangsungan hidup Jangkrik baik dari daun kering atau TRE fungsinya ialah sama, yaitu untuk rumah Jangkrik/tempat persembunyian Jangkrik. Ingat, Jangkrik sangat menyukai tempat yang sepi dan gelap. Jangkrik ini sesudah menetas sebaiknya eksklusif di beri media semoga mencicipi kenyamanan walaupun hidup di dalam kandang/box. Setelah media, seharusnya box/kandang untuk ternak Jangkrik di buatkan epilog yang berfungsi untuk pengatur kelembaban box. Unuk epilog box Jangkrik ini di buatkan 2 lapis epilog yaitu dengan menggunakan epilog waring/jaring/selambu dan sesudah itu di tutup dengan terpal/kain/plastik yang tebal. Kedua epilog ini mempunyai kegunaan yang berbeda, waring untuk mencegah binatang pemangsa ibarat tokek, cicak, tikus, kucing, dll. Sedangkan terpal/plastik berfungsi untuk mengatur kelembaban box Jangkrik tersebut. Yang perlu di ingat memang bahwa dalam cara ternak Jangkrik harus di kerjakan dengan secara teliti.


Sedangkan untuk melindungi Jangkrik dari serangan hama ibarat semut, sanggup menggunakan gelas plastik yang telah di isi oli kemudian dipasangkan pada kaki-kaki box/kandang Jangkrik. Dengan cara ini cukup ampuh untuk mencegah serangan dari serangga yang sanggup merusak kelangsungan hidup Jangkrik yang telah di budidayakan.


Di atas merupakan citra bagaimana untuk memulai perjuangan ternak Jangkrik dengan cara yang baik dan benar, dengan mencoba untuk memulai, ilmu pengalaman juga semakin Anda dapatkan sehingga faham dan mumpuni untuk menjalankan perjuangan ternak Jangkrik semoga mendapat keuntungan yang maksimal. Jika masih ragu dan belum memahami cara ternak Jangkrik yang benar maka carilah ilmu baik dari internet, buku, dan menanyakan eksklusif kepada peternak Jangkrik yang sudah mempunyai pengalaman. Tanyakan bagaimana cara ternak Jangkrik mulai dari pembibitan dengan indukan sendiri dan pembesaran dari telur yang di dapatkan dari peternak Jangkrik.


Dibawah ini akan kami bagikan artikel tahapan budidaya Jangkrik mulai dari persiapan pembuatan sangkar Jangkrik hingga panen, insya allah lengkap menurut pengalaman dari kami. Secara garis besar urutan langkah-langkah untuk memulai Beternak Jangkrik sanggup anda lihat dibawah ini:
Baiklah, coretan di atas ialah sebuah pengantarnya saja, di bawah ini akan saya bagikan secara real perihal bagaimana langkah-langkah menjalankan perjuangan ternak Jangkrik dengan penanganan sempurna semoga menghasilkan panen yang maksimal. Langkah ini di mulai dari pembuatan sangkar Jangkrik yang meliputi lokasi dan box hingga dengan masa panen. Berikut merupakan langkah-langkah untuk memulai perjuangan budidaya Jangkrik :
Tentukanlah lokasi sangkar Jangkrik pada area yang tepat, nyaman, dan kondusif dari hama.
Buatlah rumah sederhana untuk sangkar Jangkrik (tempat menyimpan box Jangkrik)
Buatlah sangkar Jangkrik/box Jangkrik untuk perawatan hingga panen.
Sediakan epilog box, bisa menggunakan waring dan terpal
Isi box Jangkrik dengan media hidup Jangkrik bisa menggunakan TRE atau daun kering.
Sediakanlah pakan untuk Jangkrik, pakan sanggup menggunakan voor pakan aya, AD1 yang telah di haluskan.
Sediakan juga pakan pemanis untuk masa awal pembibitan Jangkrik, pakan sanggup menggunakan gambas, gedebog pisang, pepaya muda/matang, sawi putih, daun singkong, daun pepaya
Langkah yang paling terakhir ialah usahakan semua jenis pakan dari pakan utama (voor) dan pakan pemanis harus lengkap semoga pertumbuhan Jangkrik sanggup maksimal. Dan jangan heran kalau makanan Jangkrik itu tidaklah sedikit meskipun tubuhnya kecil namun jumlahnya sangat banyak.
Baiklah, untuk memperjelas langkah-langkah dan tahapan perjuangan budidaya Jangkrik yang baik dan benar akan saya jelaskan satu persatu untuk poin-poin di atas!!

Langkah-Langkah Cara Ternak Jangkrik


1. Menentukan lokasi dan setting yang sempurna untuk media hidup Jangkrik (rumah box dan box pembesaran Jangkrik)


Setelah di pastikan di mana lokasi untuk rumah box Jangkrik, selanjutnya ialah menentukan model kandang/box yang cocok dengan abjad lingkungan hidup Jangkrik (kelangsungan hidup Jangkrik di alam bebas). Hal tersebut beralasan alasannya secara garis bawah Jangkrik merupakan binatang serangga musiman, keberadaan populasi Jangkrik ini tidaklah selalu ada pada setiap musim, namun hanya pada animo tertentu. Berdasarkan keberadaan populasi Jangkrik yang paling banyak ialah pada dikala menjelang animo penghujan, jadi mungkin alasannya uadara yang masih hangat (tidak terlalu panas)akan membuat Jangkrik bertahan hidup dan berkembangbiak. 
Cara Ternak Jangkrik Paling Praktis Pasti Panen Untuk Pemula

Misalnya saja pada area persawahan yang berkondisi tanahnya kering (tidak becek/berlumpur) maka sawah ibarat ini akan menjadi sasaran Jangkrik untuk di singgahinya. Namun tidak semuanya demikian, menurut penilitian tidaklah semua area (persawahan) menjadi tempat pilihan untuk berkelangsungan hidup sekelompok Jangkrik, sebagai citra dari 100 petak sawah hanya 10-15 petak saja yang menjadi tempat pilihan Jangkrik untuk media hidupnya, dan yang lainnya ada sedikit Jangkrik dan bahkan sebagian nihil. Hal ini berarti menjadi pelajaran kepada para peternak Jangkrik bahwa tidak semua tempat cocok untuk media hidup Jangkrik, kalau area tidak terlalu baik untuknya maka Jangkrik akan meninggalkannya dan mencari lingkungan hidup yang gres atau bahkan Jangkrik akan mati di tempat tersebut.


Dengan semua fakta di atas maka seharusnya menjadi teladan untuk para peternak Jangkrik semoga lebih berhati-hati dan memperhatikan lokasi dan media hidup Jangkrik alasannya pada pada dasarnya beda tempat untuk ternak Jangkrik maka berbeda pula hasilnya.


Untuk mengatasi problem ini sebagai seorang peternak Jangkrik harus paham betul perihal lingkungan hidup Jangkrik yang sempurna untuk Jangkrik, pada pada dasarnya apabila seorang peternak Jangkrik mempunyai lokasi ibarat apa lokasi tersebut maka harus pintar-pintar untuk melaksanakan setting yang sempurna untuk memulai ternak Jangkrik. Seorang peternak harus bisa untuk mengubah area yang tidak di sukai Jangkrik menjadi area yang di sukai oleh Jangkrik, dengan tercapainya hal ini maka keberhasilan dalam beternak Jangkrik akan mengikutinya.


Seperti pada fakta yang ada bahwa Jangkrik merupakan binatang musiman yang populasinya naik dengan tidak sembarangan musim, untuk itu para peternak Jangkrik di tuntut semoga sanggup mengaur suhu lingkungan/kandang semoga Jangkrik sanggup mencicipi sensasi hidup ibarat di alam bebas. Dengan demikian perjuangan budidaya ternak Jangkrik akan sanggup di jalankan pada dikala animo apapun dan kapanpun tanpa mengenal pergantian animo tertentu. Hal ini tentunya menjadi sebuah problem yang akan menjadi sedikit kendala bagi para peternak Jangkrik pemula, namun semua ini tidaklah menjadi sebuah beban berat yang tidak ada solusinya, di sini saya akan mengupas tuntas perihal cara ternak Jangkrik untuk pemula paling lengkap niscaya panen menuju sukses.


Cara setting sangkar dan media hidup Jangkrik yang benar
Pilihlah lokasi yang tidak ramai (tenang), sepi, sebaiknya jauh dari keberadaan aktifitas insan sehari-hari.
Lokasi yang di pilih untuk menyimpan box/kandang Jangkrik harus mendapat sirkulasi udara yang baik semoga pembiasaan suhu ruangan menjadi lancar.
Jauhkan sebisa mungkin dari keramaian bunyi apapun,dari binatang ternak, bunyi mesin, bunyi manusia, dll.
Hindari tempat yang menjadi aktifitas manusia, ingat Jangkrik sangat menyukai tempat yang sepi dan gelap.
Setting ruangan semoga tidak mendapat sorot matahari secara langsung, usahakan gelap.
Lokasi lebih baik terhindar dari bawah pepohonan, hal ini di maksudkan semoga rumah sangkar Jangkrik/box sanggup menyerap panas sinar matahari dari atap.
Jauhkan dari lokasi sangkar binatang peliharaan.
Usahakan rumah box Jangkrik ini kondusif dari bahaya pemangsa ibarat tikus, tokek, cicak, ayam, kucing, dsb.
Jika beberapa syarat di atas di rasa sudah memenuhi maka langkah selanjutnya untuk cara ternak Jangkrik ialah membuat kandang/box Jangkrik dengan benar. Di bawah ini akan saya jelaskan secara lengkap perihal cara membuat sangkar Jangkrik.


2. Cara Membuat Rumah/Gubuk Untuk Menyimpan Box/Kandang Jangkrik


Di dalam tahap ini ialah perihal bagaimana cara membuat sangkar Jangkrik yang ideal, untuk membuat hal tersebut perlu di bangunkan sebuah gubuk sederhana yang ukurannya sanggup di sesuaikan dengan pemakaian. Apabila budidaya Jangkrik yang akan di jalankan dalam skala yang besar maka gubuk/rumah sangkar Jangkrik juga di bangkit dengan fungsi dan kegunaannya. Untuk sekala kecil sanggup di buatkan gubuk yang sederhana, terlebih akan lebih menghemat biaya awal apabila mempunyai ruang/rumah kosong asalkan tempat memadai, tidak lembab dan kemasukan air waktu hujan.


Dalam pembangunan gubuk/rumah Jangkrik supaya lebih hemat sanggup menggunakan gedek (bahasa jawa) yang merupakan anyaman terbuat dari bambu berfungsi sebagai dinding rumah orang jaman kuno. Atau yang lebih cantik lagi apabila membangun gubuk dengan sistem semi batako, hal ini tentunya akan lebih kuat dan aman. Untuk problem ini tentunya tidaklah perlu di pikirkan, gubuk dengan dinding gedek ataupun batako juga sama-sama cantik untuk sebuah rumah Jangkrik. Untuk atap gubuk sanggup di beri asbes semoga lebih menekan pengeluaran biaya awal.
Untuk gubuk Jangkrik ini yang paling penting ialah kondusif dari para binatang pemangsa dan juga hembusan angin langsung, jadi untuk mengantisipasi kerasnya terpaan angin dinding harus di rapatkan mungkin, kalau menggunakan gedek maka perlu dilapisi dengan plastik atau terpal untuk menutup lubang-lubang anyaman bambu tersebut. Jangkrik paling tidak suka dengan hembusan angin eksklusif alasannya hal ini akan mempengaruhi kehidupannya di dalam box pembesaran, apabila terkena angin Jangkrik akan susah tumbuh dan bahkan mati.


Makara inti dari semua ini ialah bagaimana membangun rumah Jangkrik yang kondusif dari hembusan angin luar eksklusif dan kondusif dari pemangsa. Untuk teman yang tidak memungkinkan mempunyai lahan untuk membangun sebuah gubuk maka sanggup mencari lokasi mana saja yang tentunya bersuhu stabil untuk Jangkrik. Di sebuah gang rumah yang sudah di tutup atau di teras rumah yang sudah di beri pagar pemanis semoga angin dan pemangsa tidak sanggup masuk.

Cara membuat rumah/gubuk untuk sangkar Jangkrik yang benar dan hemat :


· Untuk menghemat pengeluaran biaya awal, area dasar rumah box Jangkrik cukup dengan tanah, asalkan tidak becek (kemasukan air).
· Usahakan posisi dasar sangkar lebih tinggi, hal ini untuk mengantisipasi air masuk di dikala animo penghujan.
· Untuk tipe gubuk yang semi batako yaitu potongan bawah cukup dengan 1,5 meter batako, dan di atasnya di beri asbes dan angin-angin. Bisa lebih hemat kalau dinding rumah Jangkrik sanggup menggunakan asbes dengan ketinggian minimal 2 meter, kemudian potongan atasnya sanggup di tambah dengan gedeg. Untuk yang lebih hemat lagi semoga Jangkrik tidak terkena hembusan angin dari luar maka dinding cukup menggunakan betheg yang sudah di double dengan plastik/terpal.
· Bagian atap rumah/gubuk Jangkrik usahakan menggunakan asbes saja, asbes sangat cantik menjaga suhu alasannya sifatnya yang meresap panas.
· Tinggi rumah/gubuk Jangkrik ini buatlah hanya sekitar 2 – 4 meter, hal ini bertujuan semoga tidak banyak ruang yang sanggup menjadikan suhu hirau taacuh di dalam rumah Jangkrik.
· Jika rumah/gubuk untuk tempat box Jangkrik sudah clear, maka selanjutnya membuat kandang/box Jangkrik yang sesui dengan kriteria interior gubuk Jangkrik. Buatlah senyaman mungkin dengan ukuran yang tepat, dan ukuran ini tentunya menyesuaikan ruangan yang ada di dalam gubug yang telah di buat.


Jika pada tahap diatas yaitu pembuatan gubuk/rumah untuk box Jangkrik sudah beres, atau dengan cara lain yaitu menempatkan box Jangkrik di ruang yang tidak terpakai sudah fix maka selanjutnya ialah membuat kotak/box Jangkrik untuk mengandangkan Jangkrik yang akan kita budidayakan. Box Jangkrik ini bisa di sanggup dengan membeli/pesan di tempat-tempat pembuatan mebel, namun akan lebih hemat kalau membuatnya sendiri dengan bahan-bahan ibarat triplek dan kayu reng.


3. Cara Membuat Kandang/Box Jangkrik


Dalam tahap ini bergotong-royong cukup gampang untuk di lakukan, pada dasarnya kita di sini hanyalah di tuntut untuk membuat sebuah desai box/kandang Jangkrik berbentuk kotak ibarat halnya sebuah peti. Box sanggup di buat dengan menggunakan bahan-bahan yang murah dan gampang di sanggup di toko-toko bangunan terdekat ibarat triplek/plywood. Peti/box ini di buat serapat mungkin semoga Jangkrik tidak sanggup keluar dari dalam box, untuk lebih baiknya oleskan lem kayu pada setiap sudut sambungan triplek.



mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"> Box/kandang Jangkrik harus di beri kaki-kaki dengan tinggi sekitar 5-10 cm, berilah 4 kaki pada box yang berbentuk persegi empat dan berilah 6 kaki apabila box/kandang Jangkrik berbentuk peti persegi panjang. Setelah pembuatan kaki-kaki selesai maka berilah botol bekas botol air mineral yang sudah di potong untuk injakan kaki-kaki box tersebut. Jangan lupa botol untuk sendal tersebut di beri oli semoga mencegah para binatang pemangsa ibarat kerangkang,semut, dan lain sebagainya. Mengapa kita harus mengisi botol bekas pada kaki-kaki box Jangkrik? Karena memang oli sangat di takuti oleh binatang seranggga apapun alasannya sifatya yang lengket dan susah di bersihkan, kalau serangga terkena oli maka 80% mereka akan mati. Selain itu oli bekas juga merupakan materi sisa yang sangat gampang di dapatkan, murah, dan aman.


Selain pembuatan box Jangkrik dengan model peti kayu berkaki banyak juga yang menggunakan kardus bekas untuk box Jangkrik. Konsep ini merupakan hal gres di dunia cara ternak Jangkrik namun kalau kita berlogika maka yang infinit dan tahan lama ialah box Jangkrik yang di buat dengan triplek/plywood. Sebagai pengobat rasa ingin tau Saya pribadi melaksanakan ujicoba dengan menggunakan kardus bekas sebagai box Jangkrik, namun saya rasa konsep ini kurang cantik alasannya saya mendapati banyak larva Jangkrik yang keluar dari celah-celah kardus. Namun sebelumnya sudah saya antisipasi dengan memberinya plaster kardus di semua sudut, alhasil larva Jangkrik tetap keluar alasannya memang bentuknya yang sangat kecil. Box Jangkrik dengan menggunakan kardus juga kurang efisien alasannya kalau Jangkrik sudah remaja maka giginya akan kuat dan bahkan bisa membuat lubang untuk kabur. Makara pemakaian box Jangkrik menggunakan kardus perlu di fikirikan terlebih dahulu, buat yang ingin tau Saya juga pernah mencobanya, lihat foto box Jangkrik dari kardus milik saya di bawah ini!!

Cara membuat kandang/box Jangkrik yang benar : 



· Siapkanlah kayu reng (kayu yang di buat untuk memasang genteng di atap rumah), fungsi kayu reng ini ialah untuk membuat kerangka pada box Jangkrik. Kayu reng banyak di jual di toko bangunan/toko kayu.
· Untuk membuat dinding box maka sanggup menggunakan triplek/plywood saja semoga lebih hemat, kalau ingin dengan kualitas super sanggup menggunakan papan kayu yang keras ibarat jati, kalimantan, jabon, dll.
· Segera siapkan paku secukupnya (paku reng) dan (paku kecil), paku reng untuk merakit kerangka dan paku kecil untuk menempelkan triplek pada kerangka box.
· Persiapkan juga semen putih atau lem kayu, materi ini di gunakan untuk menutup celah di setiap sudut box Jangkrik semoga tidak terdapat lubang.
· Siapkan solasi/lakban yang berwarna coklat bening, biasanya di gunakan untuk melakban kardus. Lakban coklat ini nantinya mempunyai kegunaan untuk memplaster potongan atas box semoga Jangkrik tidak bisa merayap keatas dan keluar. Lakban jenis ini bersifat licin sehingga kaki Jangkrik tidak sanggup menempuhnya.
· Persiapan materi selanjutnya ialah membuat epilog pada potongan atas box, epilog ini sanggup menggunakan waring/jaring ikan. Fungsi epilog ini ialah mencegah binatang pemangsa untuk masuk ke dalam box, ingat Jangkrik ialah makanan istimewa binatang-banatang ibarat cicak, tokek, tikus, kucing, ayam dan lain sebagainya. Selain itu tutup waring ini juga tidak menutup box secara keseluruhan, sirkulasi udara tetap normal dan membuat suhu stabil.
· Selanjutnya di perlukan pecahan bambu yang sudah di sisiki (di haluskan), bambu ini berfungsi sebagai kerangka waring semoga kaku dan gampang di gunakan untuk menutup box.
· Bahan terakhir ialah terpal/plastik tebal untuk menutup sangkar Jangkrik pada dikala suhu dingin, jangan lupa terpal/plastik ini juga dibuatkan kerangka bambu semoga tutup gampang di gunakan.
· Jangan lupa siapkan alat pertukangan ibarat gergaji, palu, meteran, dan alat yang lain kalau di perlukan.
Apabila semua materi di atas sudah Kita dapatkan maka tidak perlu tunggu lama lagi, segera buat box Jangkrik semoga ternak Jangkrik bisa cepat di laksanakan. Ukuran box Jangkrik ini tergantung selera dan tentunya menyesuaikan dengan luas interior gubuk/lokasi yang akan di gunakan menyimpan box. Untuk tahap demi tahap pembuatan box pastinya tidak perlu saya sebutkan sedetail mungkin, alasannya saya rasa hanya membuat sebuah peti tentunya semua orang bisa melakukannya.



Cara Membuat Penutup Box/Kandang Jangkrik


Seperti pada poin no 3 di atas bahwa sebuah box membutuhkan epilog untuk melindungi jangkrik yang ada di dalam box dari para pemangsa. Penutup box juga merupakan hal penting yang harus di perhatikan alasannya kalau tanpa epilog maka box akan di masuki banyak sekali binatang pemangsa yang nantinya akan merusak ternak jangkrik yang Kita jalankan. Jangkrik bisa saja habis di makan, dan kalau ada yang terlewatkan kemungkinan besar akan mati alasannya trauma, ingat jangkrik bisa hidup nyaman kalau tempat sepi dan jauh dari kehidupan bitang lain. Dengan masuknya para binatang pemangsa tentunya akan membuat jangkrik stres dan pada akhirnya akan mati sehingga panen akan gagal di lakukan.


Untuk mencegah hal jelek ibarat di atas maka kita harus menyiapkan sebuah epilog yang berfungsi sebagai security jangkrik, selain mengamankan dan menutup rapat tapi juga menunjukkan sirkulasi udara yang sehat. Dan hal ini tentunya yang akan saya jelaskan bagaimana membuat epilog yang tida mengganggu sirkulasi udara namun kondusif dari para pemangsa.


Tidak perlu berbelok belok, pertama siapkan sebuah waring yang seukuran dengan lubang ekspresi box, kemudian kaitkan waring tersebut pada 3 sisi, cara pengaitan sanggup menggunakan bambu/kayu reng dan di pakukan pada box. Maksud dari hanya 3 sisi saja yang di kaitkan ialah sisi satunya untuk membuka dan menutup box dikala di butuhkan, ibarat pada dikala memberi makan atau hal lain. Jika tahap ini sudah jadi masih ada lagi tutup yang kita butuhkan, alasannya tutup ini pada dasarnya hanya untuk mencegah para binatang pemangsa dan sirkulasi udara saja. Selanjutnya buatlah tutup jangkrik yang ke dua dengan materi terpal/plastik tebal, namun sebelumnya buatkanlah sebuah kerangka persegi yang seukuran dengan box Jangkrik. Tutup ini mempunyai kegunaan untuk membuat suhu hangat dan gelap, semoga jangkrik nyaman dan sanggup bertumbuh secara maksimal. Dengan kriteria sangkar dan epilog ibarat ini panen dari hasil budidaya jangkrik niscaya sanggup di lakukan, namun tentunya dengan perawatan dan sumbangan pakan yang tepat.


Mungkin untuk perihal cara pembuatan tutup saya kira teman budidaya sudah memahaminya, mulai dari cara pembuatan dan juga semua fungsinya. Bagi Anda yang malas atau tidak sanggup membuatnya sendiri alasannya sibuk atau skill tidak mumpuni maka bisa pesan di tukang kayu atau membelinya jadi alasannya dikala ini banyak yang menjual box jangkrik siap pakai.

Cara Membuat Media Hidup Jangkrik di Dalam Box


Pada tahap ini ialah perihal bagaimana melaksanakan setting di dalam box jangkrik semoga jangkrik mencicipi kenyamanan dengan sensasi hidup ibarat di alam bebas. Saya rasa pada tahap ini sangat penting alasannya akan mempengaruhi secara banyak perihal kehidupan jangkrik, dengan hidup ibarat sensasi alam bebas tentunya jangkrik akan sehat-sehat dan juga cepat dalam bertumbuh.


Rumah gubuk, box dan penutupnya tidak cukup untuk di gunakan ternak jangkrik, Kita masih membutuhkan media hidupnya, namun jangan kuatir media jangkrik dalam box ini tidak sesulit membuat media hidup ikan lele atau ikan belut. Media hidup jangkrik sanggup menggunakan TRE, bagi yang belum tahu apa itu TRE akan saya jelaskan. TRE ialah sebuah wadah telur yang di buat dari olahan bahan-bahan karton oleh pabrik, untuk budidaya jangkrik TRE sangat cantik untuk di gunakan sebagai media hidup, jangkrik akan menyukainya dan bersembunyi di celah-celah tumpukan TRE yang sudah kita buat.


Bentuk TRE yang mempunyai ruang untuk telur sangat cantik untuk di gunakan persembunyian jangkrik, dengan itu jangkrik merasa telah hidup di dalam bebas ibarat pada rongga-rongga tanah. Bahkan rongga semakin lebar alasannya TRE di tata/di tumpuk antar kaki dan hasilnya akan membentuk banyak ruang.

Cara menata TRE (wadah telur) dalam Box/kandang Jangkrik


Langkah awal tentunya ialah mempersiapkan TRE itu sendiri, TRE bisa di dapatkan dari para penjual telur ayam. Usahakan untuk mendapat TRE bekas saja semoga biaya awal ternak jangkrik tidak membengkak. Sangat gampang untuk mendapatkannya, pergi ke penjual telur ayam/bebek dan tanyakan apakah ada TRE bekas yang bisa Anda beli. Jika ada beli TRE secukupnya, tetapi kalau murah Anda sanggup mengangkutnya dengan jumlah maksimal semoga kalau lain waktu ingin mengembangkan perjuangan ternak jangkrik tinggal memakainya saja.


Langkah ke dua ialah membersihkan TRE dari kotoran dan debu, lakukan penjemuran sebelum TRE di gunakan minimal 6 jam di bawah terik matahari langsung. Dengan di jemur debu dan kotoran gampang untuk di bersihkan, sehingga membuat media hidup jangkrik lebih sehat dan bersih. Jika ada kotoran yang melekat dan susah di bersihkan, gunakan gosok gigi bekas untuk menyikatnya. Untuk kotoran yang gampang di bersihkan cukup di ketok/di pukul saja maka akan jatuh dengan sendirinya. Ingat, untuk membersihkan TRE tidak memerlukan air alasannya terbuat dari materi karton, kalau kena air TRE akan empuk dan gampang robek.


Langkah ke tiga sesudah TRE higienis dari debu dan kotoran maka ialah melaksanakan setting untuk menata TRE dalam box jangkrik. Caranya dalah dengan menata TRE satu tingkat secara merata di seluruh dasar Box jangkrik. Kemudian tumuk dengan TRE dengan cara menata TRE berlawanan dengan TRE yang sudah di pasang tadi, hal ini mempunyai kegunaan untuk mencegah menyatunya TRE dan memberi ruang untuk tempat persembunyian jangkrik. Seperti hal di atas, tatanan TRE selanjutnya juga demikian, berilah TRE secukupnya, sangat cantik menata TRE lebih dari separuh tinggi Box jangkrik.


Jika semua hal di atas sudah beres maka untuk memulai perjuangan ternak Jangkrik, saya rasa sudah bisa di lakukan, segera dapatkan bibit/telur jangkrik dan kemudian lakukan perawatan hingga menetas dan siap untuk panen.


4. Cara Perawatan dan Pemberian Pakan Untuk Ternak Jangkrik


Pada tahap no 6 ini ialah tahap dimana faktor yang paling menentukan untuk sukses tidaknya cara ternak Jangkrik yang akan di jalankan. Di sini akan saya jelaskan bagaimana cara perawatan Jangkrik yang meliputi sumbangan pakan dan minum dengan secara tepat. Jika telur-telur Jangkrik sudah menetas menjadi larva jangkrik kecil maka kiprah kita ialah menunjukkan pakan yang sempurna semoga pertumbuhan berjalan dengan baik sehingga sanggup memasuki masa panen dengan tepat.
Hasil dari pertumbuhan larva Jangkrik yang maksimal akan sangat cantik untuk jangka waktu dan juga memperpendek masa perawatannya alasannya dalam cara ternak Jangkrik mempunyai konsep semakin cepat masa panen maka semakin tinggi tingkat keuntungan yang di hasilkan. Secara logika panen Jangkrik yang cepat tentunya akan menghemat waktu, biaya, dan juga tenaga untuk perawatannya di setiap harinya. Dengan semakin cepatnya Jangkrik untuk siap panen tentunya juga menghemat pakan, perlu di ketahui alasannya memang pakan Jangkrik tidak sedikit, memang tubuhnya kecil namun alasannya mereka berjumlah sangat banyak maka pakan juga harus banyak.
Cara Tenak Jangkrik - Jangkrik Siap Panen

Masalah utama di sini ialah bagaimana menunjukkan pakan Jangkrik yang cantik supaya Jangkrik sanggup tumbuh dengan cepat dan maksimal. Jangkrik sanggup di bilang sudah memasuki masa panen bukan dari teladan umurnya, namun lebih kepada masa fase ganti kulit yang terakhir, atau sanggup di sebut dengan Jangkrik Tlondo. Dengan sumbangan pakan yang sempurna maka pertumbuhan dan pergantian kulitnya juga akan semakin cepat, begitu juga memperpendek masa untuk sumbangan pakan, jadi lebih hemat.


Panen jangkrik pada umumnya bisa di lakukan sesudah berumur 28-30 hari sesudah menetas dengan ketentuan perawatan yang baik pula namun kalau Anda lebih teliti dalam perawatan dan sumbangan pakan maka Jangkrik sanggup di panen sesudah umur 22-25 hari. Dengan selisih 3 hari tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi para peternak Jangkrik, hemat pakan, waktu, dan juga penanganan.


Alasan lainnya yang mengharuskan panen Jangkrik di percepat ialah berat jangkrik tidak kuat kalau panen di umur yang dini justru malah lebih mantab bobotnya. Hal ini sudah di buktikan bahwa Jangkrik yang cepat dalam bertumbuh maka pakan yang di makan eksklusif di serap badan dan menjadi daging. Sebaliknya untuk jangkrik yang lama tumbuhnya maka dikala makan, pakan yang sudah di masukkan kedalam tubuhnya hanya keluar dan menjadi kotoran saja. Bisa Anda buktikan sendiri Jangkrik yang lambat dalam pertumbuhan akan mempunyai bobot yang ringan dikala di timbang, selain itu pergantian kulitnya juga tidak bersamaan, jadi kurang tertarget kalau ingin mendapat keuntungan yang maksimal.


Selain pakan yang menjadi modal utama semoga Jangkrik tumbuh optimal ada hal lain yang juga mempengaruhi yaitu faktor suhu sangkar sendiri. Memang makanan mempunyai peranan yang besar dalam pertumbuhan jangkrik namun suhu dan animo juga terlibat di dalamnya. Untuk itu pengaturan suhu sangkar harus sangat di perhatikan, berikan alat pengukur suhu pada kandang. Jika sedang animo dingin/hujan berilah penghangat dengan bohlam lampu 10W untuk setiap kotaknya.


Baiklah, di bawah ini akan saya jelaskan pakan apa saja yang sangat cantik untuk menunjang pertumbuhan Jangkrik semoga mempunyai masa panen yang pendek!!


Makanan Untuk Jangkrik Yang Tepat


Makanan jangkrik yang sempurna memang harus di sediakan apabila ingin mendapat hasil panen yang bagus. Pakan ini terdiri dari pakan utama dan pemanis dan kesemuanya sangat gampang di dapatkan alasannya banyak yang menjualnya di toko-toko pakan ternak terdekat di Kota Anda. Makanan Jangkrik yang sempurna ialah :


1. Voor/konsentrat untuk pakan Ayam


Voor/Konsentrat ialah pakan utama Jangkrik, memang seharusnya untuk pakan Ayam, namun pakan buatan ini sangat di butuhkan oleh Jangkrik semoga sanggup tumbuh dengan optimal, dan sebaiknya voor yang di berikan ialah produk dari Phokpan dengan seri 511, Phokpan 511 memang kandungan gizinya sangat cocok untuk Jangkrik. Alasan lain menggunakan produk dengan seri ini ialah harganya yang sangat miring dan juga gampang di dapat. Pemberian Phokpan 511 ini harus di haluskan terlebih dahulu alasannya sanggup membantu pencernaan Jangkrik dan juga semoga lebih gampang di makan.


Memang pakan utama ini sangat penting dan sebaiknya harus tetap di berikan, peternak lain banyak menggunakan brand atau jenis voor lainnya untuk selingan. Sudah banyak yang menggunakan pelet ikan, voor puyuh dan lain sebagainya, namun pada pada dasarnya sumbangan voor sangat wajib kalau ingin Jangkrik sanggup tumbuh optimal.



Pakan Jangkrik Khusus HI-PRO-VITE medicated 371

Untuk yang kebingungan menentukan voor/konsentrat yang sempurna untuk Jangkrik sanggup menggunakan pakan Jangkrik khusus, yaitu dengan menunjukkan pakanHI-PRO-VITE medicated 371, yang merupakan pakan komplit tepung untuk Jangkrik yang di produksi oleh PT Charoen Pokphand Indonesia yang berikisar dengan harga 365.000.


2. Sayuran-Sayuran dan Buah (pakan tambahan)


Pemberian pakan tambahan/pendamping/selingan juga sangat penting semoga Jangkrik tidak bosan memakan pakan utama saja. Pakan pendamping ini bisa menggunakan sayur, buah, atau dedaunan hijuan lainnya. Pemberian pakan pendamping ini sebaiknya di berikan yang berkarakter mempunyai kandungan air yang tinggi semoga sanggup menjadi sumber minuman untuk Jangkrik.


Perlu di ketahui bahwa di dalam alam bebas, Jangkrik sangat gemar menyantap dedaunan hijau yang segar, hal ini tentunya juga menjadi pelajaran buat para peternak Jangkrik supaya juga memberi asupan makanan berupa flora hijau dan buah. Jika di alam bebas Jangkrik sangat menyukai daun krokot maka di dalam box budidaya sebaiknya di berikan pakan pendamping ibarat buah pepaya muda yang sudah di iris-iris, daun pepaya muda/tua, pohon pepaya (bagian dalam pohon), daun pisang, gedebog pisang (bagus untuk minuman Jangkrik), daun ketela, sawi putih, gambas, dan sayuran lainnya yang sekiranya murah dan gampang di dapat.


Nah diatas merupakan beberapa pakan yang dapa diberikan kepada jangkrik semoga mempercepat proses pertumbuhan dan panen, anda juga sanggup menambahkan beberapa sajian yang gampang didapatkan didaerah anda berada.


Demikian ialah beberapa jenis makanan yang terdiri dari pakan utama dan pakan pendamping untuk cara ternak Jangkrik. Semakin hemat biaya pakan maka semakin besar pula keuntungan yang di dapatkan dikala panen, namun jangan pernah mengurangi porsi makan Jangkrik alasannya cara ini justru akan merugikan dari semua sisi.
source: here

Cara Dan Trik Sukses Cara Beternak Ulat Hongkong Gampang 150%

Cara dan Trik Sukses Cara Beternak Ulat Hongkong Praktis 150%


 Ulat hongkong merupakan salah satu jenis (EF)Extra Fooding bagi burung kicauan sepert burung Anis, cendet, Cucak jenggot, Jalak, Murai, Pleci, Sulingan, selain itu biasa digunakan sebagai umpan bagi para pemancing untuk memancing jenis-jenis ikan tertentu, dan umpan peliharaan ikan hias. Jika dipandang dari nilai ekonomi memang terkesan murah untuk membeli ulat hongkong ini.
Tetapi jikalau kita dapat kecerdikan daya ulat hongkong sendiri tentu dapat menekan jumlah pengeluaran dari pada harus membeli, selain itu jikalau ditekuni bisnis perjuangan budidaya ulat hongkong dapat member I perhiasan penghasilan. Bayangkan saja jikalau dengan proses waktu 3bulan sudah dapat memanen hasil budidaya ini.

Fase siklus hidup ulat hongkong ialah Telur-Ulat kecil- Ganti kulit- Ulat dewasa-Kepompong-Kumbang muda- Kumbang dewasa. Dalam siklus tersebut dari telur hingga pada kumbang cukup umur berlangsung dalam waktu 5-6 bulan saja. Pada fase kumbang cukup umur Tenebrio Molitor, binatang ini juga disebut (semut jepang). Semut jepang sendiri banyak dipercaya dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan gula darah/ diabetes, walaupun bergotong-royong banyak orang yang belum tau ibarat apa semut jepang itu. Sehingga banyak yang pesen sana-sini alhasil sesudah tau hanya sepele, kita dapat mendapat dan membelinya di kios burung. Meskipun dikios adanya masih berwujud ulat hongkong, tetapi kita dapat mempercepat proses tersebut supaya ulat hongkong cukup umur tentunya yang sudah berumur biar cepat menjadi kumbang cukup umur dengan menunjukkan pakan yang extra protein.

Untuk membudidayakan ulat hongkong tidak lah sulit, perlengkapan dan kebutuhan yang harus disiapkan juga tidaklah harus mahal. Cukup menyiapkan:
1. Toples sesuai kebutuhan
2. Ulat Hongkong dewasa/kumbang ulat hongkong (Semut Jepang)
3. Dedak untuk pakan dan daerah menyimpan telur

Setelah semua sudah siap, Ini beliau 5 Trik Sukses Cara Beternak Ulat Hongkong
1. Masukan dedak pada toples plastik yang sudah dibersihkan, ratakan dedak hingga merata pada bab bawah toples, ketebalan dedak kira-kira cukup seperempat dari tinggi toples yang digunakan. Kemudian masukan ulat hongkong cukup umur atau kumbang ulat hongkong, disini dimaksutkan jikalau memakai ulat hongkong cukup umur maka kita harus menunggu ulat hongkong cukup umur bermetamorfosis kumbang, lantaran yang berkembang biak pada fase ini ialah kumbang dari ulat tersebut, jikalau ada kumbang dewasa, itu justru lebih mempercepat proses ini.
2. Setelah semua dedak merata, dan calon indukan ulat hongkong sudah dimasukan maka kita tinggal menunggu saja beberapa hari, kira-kira 10-14hari.
3. Maka sesudah 14hari kita dapat memindahkan kumbang-kumbang calon indukan pada daerah wadah lain supaya kumbang dapat bertelur di wadah yang lain. Untuk wadah yang sudah digunakan 14hari, disitulah kumbang-kumbang meninggalkan telurnya yang nantinya akan menjadi calon bawah umur ulat hongkong.
4. Kira-kira dalam satu bulan maka kumbang cukup umur stop bertelur, dalam fase ini ditandai dengan matinya kumbang-kumbang ini.
5. Setelah itu kita tinggal menunggu telur-telur yang ditinggalkan dari kumbang pada toples yang berisi dedak tersebut.
source: here