Tampilkan postingan dengan label Dr. Zakir Naik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr. Zakir Naik. Tampilkan semua postingan

Ini Ia 7 Orang Bersyahadat Pada Simpulan Program Zakir Naik Di Bekasi

Ini Dia 7 Orang Bersyahadat Pada Akhir Acara Zakir Naik di Bekasi



BEKASI - Panitia Zakir Naik Visit Indonesia keturunan Tionghoa, Koh Hanny Kristianto bersyukur atas terlaksananya Tour Dakwah Zakir Naik di stadion Patriot Bekasi, Sabtu malam sampai Ahad dini hari (8-9 April 2017).

Koh Hanny menungkap, Lebih dari 80 ribu orang hadir malam ini di dalam dan diluar stadion, jutaan orang menyaksikan program ini melalui Live Streaming.


Menurut Hanny Kristianto, panitia acara, jumlah yang bersyahadat di program itu 19 orang. “Mereka yakni dr. Adi Wijayanto, Widya Hertati, Diana, Femi, Adelia, Randy, Agnes, Imelda, Andy, Welly, Reynaldi, Mafes, Daniel, Ario, Eka, Vera, Reza, Dewa Putu, Dian. Insya Allah mereka akan dituntun dan dibina oleh Mualaf Center Darussalam Masjid Darussalam Kota Wisata,“ imbuhnya.

"Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar !!! Menangis aku malam ini mencicipi indahnya ukhuwah Islamiyah..," lanjut Koh Hanny.

"Tanpa donasi Allah dan tanpa antum semua tidak mungkin sejarah kebangkitan Islam malam ini terjadi..," tegasnya.

Lebih lanjut, Koh Hanny Kristianto menyampaikan ada 19 non-Muslim yang bersyahadat:

"Malam ini 19 orang bersyahadat bersama Dr Zakir Naik dalam Ceramah Zakir Naik (Bekasi) malam ini 8 April 2017 di Stadion Patriot Bekasi semua mualaf in syaa Allah dituntun dan dibina oleh Mualaf Center Darussalam Masjid Darussalam Kota Wisata."

"Saudara - saudari kita yang bersyahadat malam ini terdiri dari aneka macam latar belakang suku, ras dan profesi.. mereka adalah: dr. Adi Wijayanto, Widya Hertati, Diana, Femi, Adelia, Randy, Agnes, Imelda, Andy, Welly, Reynaldi, Mafes, Daniel, Ario, Eka, Vera, Reza, Dewa Putu, Dian."

"Kita doakan saudara - saudara kita yang gres ini senantiasa istiqomah dan dimudahkan Allah Azza wa Jalla menjalankan Islam, Iman dan Ihsan mereka..," pungkas Koh Hanny. [voa-islam.com]

Sebarkan isu ini, biar menjadi amal sholeh kita!

Zakir Naik Sempat Jadi Sopir Ahmad Deedat

Zakir Naik Sempat Kaprikornus Sopir Ahmad Deedat

Ketertarikan Zakir Naik kepada dunia dakwah tak sanggup lepas dari sosok Syekh Ahmad Deedat. Zakir pun belajar kepada sosok itu sampai menerima piagam Deedat Plus atas peran dakwahnya.

Selama menjadi murid Syekh Deedat, ia mengaku sempat menjadi sopir ulama yang wafat pada 2005 itu. Saat menyopiri gurunya, Zakir pernah bertanya, “Saya pernah bertanya kepada dia. Mengapa Anda begitu agresif? Nak, saya bukan agresif, tapi meleleh. Iblis ditaklukkan dengan air suci atau dengan api. Saya pilih api,” ujar Deedat, ibarat dicontohkan Zakir.

Zakir Naik yang memulai dakwah semenjak menjadi mahasiswa mengaku sempat memakai gaya sangat lunak dan sangat baik. “Tidak ada hasilnya,” ujar dia.

Lantas, ia pun mengubah gaya dakwahnya menjadi militan. Bahkan, lebih militan dari Syekh Deedat. Hasilnya, semua sobat Muslim Zakir lari. Dia ditinggalkan sendirian dengan non-Muslim.

Setelah itu, hidayah pun tiba kepada Zakir. Dia tampil lebih sampaumur ketika berdakwah di panggung. Saat ada pertanyaan tiba menghujat dia, Zakir selalu berupaya untuk tersenyum.

“Syekh Deedat kemudian berkata. Nak, kau tersenyum ketika orang menghujat kamu. Apa yang saya pelajari selama 40 tahun sanggup kau kuasai dalam empat tahun,” kata Zakir.

Prestasi Zakir Naik pun terus membuncah. Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 kemudian memasukan ia ke dalam peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India. Sementara, dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik berada di peringkat tiga, sesudah Baba Ramdev dan Sri Ravi Shankar. Ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

Meski demikian, perjalanan hidup Zakir mengalami ujian. Dalam pemberitaan media internasional, Zakir dianggap akrab dengan kelompok teroris, salah satunya Alqaidah.  Badan pemeriksaan nasional India khusus penanganan terorisme pun kembali melayangkan panggilan kepada dai internasional itu. Lembaga itu meminta semoga Zakir Naik tiba ke India sebelum 17 April mendatang.

Pemanggilan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam satu bulan terakhir. Namun, Zakir Naik tidak pernah bersedia untuk tiba ke India. Sebelumnya, pendakwah yang tengah berada di Indonesia itu juga pernah dipanggil pada 14 Maret dan 30 Maret 2017.

Seperti dilansir dari timesofindia, Selasa (4/4), seorang sumber menyampaikan pengadilan India akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Zakir bila ia tidak tiba dalam pemanggilan kali ini. Pemanggilan ini dilakukan karena Zakir Naik tengah diselidiki NIA atas dugaan penyebaran ujaran kebencian terhadap suatu kelompok tertentu dan menghasut orang lain melalui pidato-pidatonya untuk melaksanakan tindakan teror.

Sumber: republika.co.id/dakwatuna.com

Sambut Zakir Naik, 30.000 Dingklik Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi Sudah Disterilkan

Sambut Zakir Naik, 30.000 dingklik Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi sudah disterilkan

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, mengerahkan 1.000 lebih personel untuk mengamankan kuliah umum umum Zakir Naik yang akan berlangsung di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, malam ini, Sabtu (8/4/2017).

“Sistem pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup. Upaya petugas dalam menjaga kondusivitas dilakukan secara preventif dan persuasif,” kata Kabag Ops Polrestro Bekasi Kota, Kompol Aslan Solastomo, di Bekasi.

Polisi telah mensterilisasi 30.000 dingklik tribun stadion semenjak Jum’at pagi, ungkapnya, dan telah dilakukan simulasi pengamanan dikala apel persiapan.

“Rencana penempatan personel adonan dari banyak sekali unsur dipersiapkan seluruhnya berjumlah 1.609 untuk menjaga ini. Termasuk juga Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan,” katanya.

Mereka dikerahkan menjadi enam lapis pengamanan, disebar di sekitar Jalan Guntur Raya Tribun Barat sebanyak tiga pintu masuk tribun dan sebelah Jalan Ahmad Yani sebelah timur sebanyak tiga pintu masuk

Source: arrahmah.com

Tolak Panggilan Otoritas India, Zakir Naik: Mereka Hanya Akan Menyiksa Muslim

Tolak Panggilan Otoritas India, Zakir Naik: Mereka Hanya Akan Menyiksa Muslim

Foto: dr. Zakir Naik

0SHARES

    

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Menanggapi pemanggilan dan perjuangan penangkapan oleh Otoritas India dengan pemberian Interpol, Dr Zakir Naik menyampaikan biar menemuinya pribadi di Malaysia. Menurutnya, upaya penangkapan dengan memanggilnya ke India merupakan tindakan pengecut.

“Investigasi pengecut semacam itu, mereka tidak punya nyali. Jika mereka ingin tatap muka dan mengintrogasi saya, maka tiba kesini dan bicara. Datanglah ke daerah yang netral, “katanya ketika konferensi pers sehabis pertemuan Dr Zakir Naik dengan 150 intelektual Muslim Malaysia pada Ahad (16/04) di Kuala Lumpur.

Zakir Naik telah tiga kali bolos dari panggilan Badan Investigasi Nasional India (NIA). Panggilan terakhir jatuh pada Senin (17/04). Otoritas India berdalih bahwa pemanggilan tersebut bertujuan untuk penyelidikan kasus terorisme dan ujaran kebencian.

Selain itu, Otoritas India juga telah mengirimkan usul penerbitan Red Notice kepada Interpol. Sehingga, sanggup memberdayakan seluruh negara anggota interpol untuk menangkap Zakir Naik di luar perbatasan India.

Zakir menyampaikan bahwa ia tidak bersedia untuk hadir sendiri di hadapan Badan Investigasi Nasional India (NIA). Pasalnya, India dikenal kerap kali melaksanakan penganiayaan terhadap kalangan pencetus Muslim.

“Saya menyampaikan kepada mereka bahwa saya siap untuk diwawancarai di Skype, konferensi telepon dan video. Jika saya pergi ke sana, mereka akan menyiksa saya,” sambungnya.

Menurut Zakir Naik, ia mempunyai bukti atas kasus penyiksaan terhadap kaum Muslimin yang dilakukan oleh Otoritas India. Oleh alasannya yakni itu, bagi Zakir Naik tidak ada alasan untuk menjawab panggilan NIA tersebut. Karena justru akan membahayakan dirinya.

  Pendeta Hindu Ekstremis Anti-Islam Kaprikornus Pemimpin di India

“Jadi, kenapa saya harus ke sana? Mereka telah melaksanakan itu pada orang Muslim lainnya dan saya punya bukti,” pungkasnya.

The Times of India melansir, NIA akan bekerja sama dengan Interpol untuk memburu Dr Zakir Naik. Bahkan, NIA disebut-sebut sudah meminta Interpol mengeluarkan Red Notice.

Red Notice merupakan salah satu alat untuk melacak keberadaan orang di luar negara asalnya. Melalui Red Notice ini, negara-negara yang tergabung dalam Interpol berkewajiban menyebarluaskan informasi keberadaan orang yang dicari dan menangkapnya atau minimal memberitahu negara asal pembuat Red Notice.

Jika Red Notice itu dikeluarkan, baik Arab Saudi maupun Malaysia harus menyerahkan dai yang gres saja menuntaskan safari dakwahnya di Indonesia ke pemerintah India. Sebab, Zakir Naik disebut-sebut sempat bermukim di Arab Saudi dan sekarang di Malaysia.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Malaysiakini

Source: Kiblat

Zakir Naik: Saudara Terima Rp 10 Juta Dari Aku Jikalau Bersyahadat? Mualaf: Tidak




Zakir Naik: Saudara Terima Rp 10 Juta dari Saya Jika Bersyahadat? Mualaf: Tidak

BEKASI (voa-islam.com)--Beberapa waktu lalu, Ade Armando, penggagas liberal menuduh Dr Zakir Naik. Dalam akun Facebook pribadi, Ade menulis bahwa Zakir Naik memperlihatkan sejumlah uang kepada non-muslim yang bersedia bersyahadat di program ceramah-ceramahnya.

"Zakir Naik diduga membayar Rp 10 juta setiap oranh yang bersedia masuk Islam," tulis Ade.

Tak hanya itu, Ade melampirkan link informasi India TV. Zakir Naik dan forum Islamic Research Foundation (IRF) dituding secara ilegal mengislamkan sekitar 800 orang dengan memperlihatkan uang dari dana luar negeri.

Fitnah Ade ini dijawab oleh Zakir Naik ketika berceramah di stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/4/2017).

"Kedatangan saya hari ini untuk mengakibatkan relasi kristen lebih erat satu sama lain. Ada yang berpikir kedatangan saya ialah membangkitkan permusuhan, padahal kedatangan saya untuk membangkitkan perdamaian," kata Zakir Naik ketika memberi sambutan.

Saat sesi obrolan dengan para penerima non-muslim yang kemudian diantara mereka bersyahadat, Zakir Naik berkali-kali menyinggung fitnah tersebut.

"Apakah saudara bersyahadat atas cita-cita sendiri?" tanya Zakir Naik kepada salah seorang penerima pria non-muslim yang memutuskan masuk Islam.

"Ya," jawab penerima non-muslim tersebut.

"Apakah ada yang memaksa saudara untuk bersyahadat? Apakah saudara mendapatkan uang Rp 10 juta dari saya bila saudara bersyahadat?" tanya Zakir Naik lagi.

"Tidak. Saya tidak menerima bayaran apapun. Saya juga tidak dipaksa," jawab penerima non-muslim.

Setelah itu, ulama asal Mumbai India tersebut pun membimbing mengungkapkan dua kalimat syahadat.

Pertanyaan-pertanyaan tadi kembali diulang dan ditanyakan kepada peserta-peserta non-muslim lainnya yang ingin bersyahadat. * [voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, supaya menjadi amal sholeh kita!

Pesan Dr Zakir Naik Dalam Ceramah Di Bandung

Pesan Dr Zakir Naik Dalam Ceramah Di Bandung

BANDUNG, Cendikiawan Muslim ternama di dunia, Dr Zakir Naik menilai Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar layak menjadi pola keberagaman.

“Saya merasakan, Indonesia akan menjadi pola negara (yang baik) dengan populasi umat Islam terbanyak di dunia,” ujar Zakir Naik kepada seluruh peserta, dalam safari dakwah bertajuk ‘Dakwah or Destruction’ di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Ahad 2 April, demikian lansir republika.co.id.

Zakir mengaku senang dengan sambutan masyarakat Indonesia, bahkan sanggup melihat secara eksklusif besarnya Indonesia. Namun, yang harus menjadi pengutamaan yaitu memberikan isi kandungan Quran wacana kebenaran Islam semoga lebih dibumikan.

Bahkan, kata dia, kebenaran Islam harus diintensifkan bagi individu yang hingga ketika ini belum meyakini apa itu Islam. “Saya senang sanggup berada di sini. Tapi jikalau Anda tidak memberikan (kebenaran) Islam kepada non-Muslim, maka Anda akan digantikan dengan orang lain oleh Allah,” kata Zakir.

Dalam pemaparannya, Zakir lebih banyak mengingatkan seluruh umat Muslim di Indonesia semoga jangan melupakan kewajiban dakwah mengingat arus info yang menjelaskan soal Islam hingga ketika ini berada dalam bundar kekeliruan. Hal tersebut, kata Zakir Naik, penting semoga kebenaran tetantang Islam juga ditujukan kepada non-Muslim semoga tidak salah dalam menilai.

Dalam sesi tanya jawab, ada seorang penerima yang bertanya mengenai Surat Al Maidah ayat 51 yang banyak diperbincangkan di Indonesia ketika ini.

Salah satunya dari hadirin berjulukan Sofi, 35 tahun, dari Jakarta. Sebuah topik pertanyaannya wacana calon kepala kawasan non-muslim.

Sofi bertanya pada pemilihan kepala daerah, apakah calon non-muslim layak dipilih alasannya ia telah melaksanakan hal-hal baik. Misalnya tidak hanya terkait dengan infrastruktur kota, tapi juga jujur. “Dan membangun beberapa rumah ibadah untuk muslim,” katanya. Zakir menilai pertanyaan itu manis dan relevan.

“Jangan jadikan non-muslim sebagai pemimpin, jikalau ada pilihan lain. Kalau menyebabkan non-muslim sebagai pemimpin maka kita tak akan sanggup proteksi Allah,” ujar Zakir yang disambut oleh tepukan puluhan ribu penerima yang hadir.

Panitia Istimewakan Peserta Non-Muslim

Tidak hanya umat Islam Indonesia yang tertarik akan kedatangan Zakir Naik dalam safari dakwah di Indonesia kali ini. Antusiasme yang sama juga tiba dari penerima non-muslim. Maklum alasannya Zakir Naik memang dikenal sebagai pakar perbandingan agama. Panitia pun memberi tempat khusus bagi penerima non-muslim. Keistimewaan tersebut, di antaranya ketika pemesanan tiket, panitia menyiapkan jalur khusus bagi non-Muslim yang akan reservasi tiket kehadiran di Gymnasium. Lalu, ketika hadir, masyarakat non-Muslim tak perlu mengantri panjang. Mereka sanggup melewati pintu jalur khusus. Dan disediakan tempat khusus. Keistimewaan terakhir ialah ketika diskusi, Zakir Naik mempersilakan penerima yang non-Muslim untuk bertanya lebih dahulu pada dirinya.

Beberapa orang yang beragama non-Muslim beragama Katolik, Kristen Protestan, ateis, dan Buddha melontarkan banyak pertanyaan wacana Nabi Isa, wacana Allah SWT, dan wacana Islam. Dari belasan orang yang bertanya, ada sekitar empat orang yang eksklusif bersyahadat menyatakan diri masuk Islam. Di antaranya ialah Danalia Permata Sari (26 tahun) beragama Buddha, Novita Luciana (25) beragama Katolik, Kevin beragama Katolik, dan Deni Saputra seorang ateis.

Saat mualaf tersebut membacakan syahadat, banyak penerima yang tak sanggup menahan tangisnya. Begitu juga, para mualaf, mereka terbata-bata membacakan dua kalimat syahadat sambil menangis.

Salah satu mualaf yang terus menangis sesudah membacakan syahadat ialah Novita Luciana (25). Menurut Novi, Ia tak sanggup menahan rasa harunya alasannya balasannya sanggup memeluk Islam dan membaca syahadat.

Menurut Novi, dirinya mengenal Islam awalnya dari pacarnya yang Muslim. Namun, selama ini pacarnya tak pernah memaksa dirinya untuk masuk Islam. Rasa ingin tau justru timbul dari dirinya sendiri. Ia pun, melihat video Zakir Naik di Youtube yang membandingkan wacana Alkitab dan Alquran.

“Saya semakin yakin untuk memeluk Islam, sesudah melihat video Zakir Naik. Sudah dua tahun, saya nggak ke gereja,” katanya.

Novita mengatakan, sudah dua tahun ini mulai mempelajari Islam. Semakin dipelajari, ia merasa cocok alasannya agama Islam masuk nalar dan gampang dipahami. Ia pun, mulai mengomunikasikan harapan kuatnya untuk masuk Islam kepada orang tuanya.

Bagi Novi, adanya ceramah Zakir Naik di Youtube sanggup memudahkan non-Muslim yang ingin mencari tahu wacana Islam. Karena jikalau harus membaca buku biasanya Ia susah paham.

“Tadi saya pun sanggup jawaban dari Zakir Naik, semoga jangan khawatir kehilangan pekerjaan sesudah masuk Islam alasannya Allah yang memperlihatkan rezeki,” kata Novi seraya menyampaikan bahwa ia sebernarnya sudah mencar ilmu shalat dan sudah hapal surah al-Ikhlas, an-Nas, dan al-Falaq.
source: muslimdaily

Masjid Darussalam Kota Wisata Gelar Obrolan Perbandingan Agama, Hadirkan Murid Zakir Naik

Masjid Darussalam Kota Wisata Gelar Dialog Perbandingan Agama, Hadirkan Murid Zakir Naik


JAKARTA -Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur menggelar Dialog Perbandingan Agama dan bakti sosial pada hari Ahad, 25 Desember 2016.

Acara yang diinisiasi oleh Mualaf Center Darussalam (MDC) tersebut menghadirkan pakar Kristologi asal Malaysia Brother Kamarudin Abdullah, murid dari Dr. Zakir Naik dan pakar Kristologi Indonesia, Ustadz Ihsan Mokoginta.

Ketua Pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata, Zahrul Anwar EB menyampaikan bahwa DKM membangun sayap dakwah mualaf center sebagai upaya membuatkan dakwah Islam dan menghadang maraknya pemurtadan di sekitar wilayah Cibubur.

"Dialog perbandingan agama ini, bab dari program-program MDC," katanya kepada voa-islam.com, Jakarta, Ahad, (25/12/2016).

Adapun, Ketua MDC Hanny Kristianto menegaskan bahwa Masjid Darussalam melalui MDC berupaya menciptakan kegiatan maksimal bagi training mualaf. Diantaranya, pengadaan mualaf kit, peantren mualaf, rumah singgah, dan lain sebagainya.

"Di Indonesia, gres Mualaf Center di Masjid Darussalam yang memfasilitasi secara lengkap kebutuhan mualaf," ucapnya.

Dalam obrolan perbandingan agama itu, Brother Kamarudin banyak menjelaskan kajian dan menjawab pertanyaan seputar Kristologi. Di antaranya membahas duduk kasus teologi, aturan keagamaan, dan sejarah Kekristenan.

Jamaah sangat antusias berinteraksi dengan brother Kamarudin, selain alasannya ialah cukup luas wawasannya, sesekali Kamarudin berbicara memakai bahasa Malaysia, menciptakan suasana lebih akrab.

Setelah shalat zhuhur, obrolan perbandingan agama dilanjutkan dengan pemaparan kristologi oleh ustadz Ihsan Mokoginta.

Sekedar diketahui, selain obrolan perbandingan agama, kegiatan tersebut diisi juga dengan pengislaman tiga orang mualaf. Proses syahadat disaksikan oleh ratusan jamaah yang hadir. Dalam kegiatan itu, Masjid Darussalam juga menggelar pengobatan gratis dan layanan tunjangan aturan bagi umat Islam yang membutuhkan. 
Sourche: voa-islam.com